JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa progres pengembangan teknologi compressed natural gas (CNG) saat ini masih tertahan di fase uji coba serta belum melangkah ke tahap implementasi resmi. Pihak pemerintah mematok target agar hasil dari pengujian tersebut bisa dipublikasikan pada Juli 2026 ini.
Bahlil mengutarakan bahwa pemerintah sekarang ini tengah menggulirkan pengujian periode ketiga terhadap teknologi CNG yang hendak diaplikasikan.
Lantaran hal itu, dirinya masih belum bisa memberikan kepastian mengenai adopsi teknologi dari negara spesifik, termasuk kabar yang beredar di masyarakat mengenai Jerman ataupun China.
"Itu masih dalam uji coba. Saya katakan beberapa kali, bahwa menyangkut dengan CNG itu dilakukan uji coba tahap ketiga. Kalau uji coba tahap ketiganya insyaallah berhasil, baru bisa kami implementasikan," ujar Bahlil setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan tahunan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Berdasarkan penjelasan Bahlil, pemerintah bersikap sangat penuh perhitungan dalam proses pematangan teknologi tersebut lantaran berkaitan erat dengan faktor keselamatan.
Pasalnya, wadah tabung CNG yang hendak digunakan mempunyai tingkat tekanan yang tinggi, walhasil segenap komponen teknis wajib digaransi aman sebelum disebarluaskan secara masif.
"Karena apa? Karena tabung tiga kilonya itu kan tekanannya sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita harus hati-hati," katanya.
Ia mengimbuhkan bahwasanya andaikata pengujian periode ketiga ini membuahkan hasil positif, pemerintah bakal secepatnya membeberkan hasilnya kepada masyarakat luas selaku fundamen untuk bergeser ke fase implementasi.
"Nah, kalau sudah uji coba selesai, Insyaallah di bulan Juli ini selesai, baru kemudian kami umumkan," tandas Bahlil.