Hewlett Packard Enterprise

Hewlett Packard Enterprise Dorong Percepatan Adopsi AI di Indonesia dengan Strategi Inovatif 2026

Hewlett Packard Enterprise Dorong Percepatan Adopsi AI di Indonesia dengan Strategi Inovatif 2026
Hewlett Packard Enterprise Dorong Percepatan Adopsi AI di Indonesia dengan Strategi Inovatif 2026

JAKARTA - Hewlett Packard Enterprise (HPE) menilai pasar kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Perusahaan teknologi global ini pun menyiapkan berbagai strategi untuk mempercepat adopsi AI di berbagai sektor industri pada 2026.

Country Director HPE Networking Indonesia & Philippines, Robert Suryakusuma, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai menyadari manfaat AI dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan operasional. “Mereka sudah tahu bahwa artificial intelligence ini itu sangat banyak membantu perusahaan mereka untuk bisa, satu, efisiensi. Dan dua, pasti lebih cepat. Yang ketiga, yang orang jarang ngomong adalah dengan menggunakan AI, semuanya kan sudah digital, nih, sudah enggak manual lagi, sudah enggak dicatat segala macam,” jelasnya saat ditemui Bisnis, Rabu, 11 Februari 2026.

Tantangan Adopsi AI di Perusahaan dan UMKM

Meski potensi besar, tidak semua perusahaan di Indonesia siap mengadopsi AI dalam proses bisnisnya. Robert menjelaskan bahwa hanya perusahaan berskala enterprise yang sebagian besar telah mulai menerapkan AI.

“Enggak semuanya 100%, karena buat saya AI itu adalah journey, enggak akan mungkin bisa langsung karena dia evolve dan journey. Untuk beberapa perusahaan-perusahaan besar, enterprise company, itu sebagian atau mungkin lebih daripada yang sudah adapt,” tuturnya.

Segmen small to medium-sized businesses (SMB) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tantangan terbesar. AI masih dipersepsikan mahal dan sulit dijangkau oleh pelaku usaha di segmen ini.

Menurut Robert, implementasi AI tidak harus langsung besar, melainkan dapat dimulai secara bertahap sesuai kebutuhan dan kapasitas bisnis. Dengan pendekatan bertahap, pelaku usaha tetap bisa merasakan manfaat AI tanpa beban investasi besar.

Kendala Implementasi AI di Indonesia

Secara umum, implementasi AI di Indonesia menghadapi beberapa kendala penting. Dua tantangan utama adalah kekhawatiran karyawan akan tergantikan AI serta ketidakjelasan ruang lingkup proyek AI di tingkat manajemen.

Banyak inisiatif AI berjalan tanpa arah jelas atau tidak terintegrasi dengan strategi bisnis. Selain itu, masih terdapat kesenjangan pemahaman mengenai AI di masyarakat yang menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

Strategi HPE Mendorong Adopsi AI Secara Efektif

HPE menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi tantangan tersebut. Pertama, perusahaan meningkatkan brand awareness sekaligus literasi AI melalui kegiatan dan forum lintas industri, mulai dari manufaktur, keuangan, hingga hospitality.

Kegiatan ini digelar hampir setiap bulan untuk memperluas pemahaman sekaligus membangun kepercayaan terhadap pemanfaatan AI. Strategi kedua adalah memberikan kesempatan klien mencoba produk melalui proof of concept (POC) dan demo.

Dengan pendekatan ini, calon pelanggan bisa merasakan manfaat AI sebelum mengadopsinya sepenuhnya. Strategi ketiga adalah fokus pada kesiapan sumber daya manusia melalui pelatihan agar perusahaan mampu beradaptasi dengan teknologi baru.

Penerapan AI di Berbagai Industri

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, hampir semua industri vertikal telah mulai memanfaatkan AI. Sektor perbankan, manufaktur, hospitality, hingga pendidikan telah menerapkan AI untuk menunjang operasional mereka.

Contoh penerapan AI dari HPE Networking adalah platform Aruba Central, yang digunakan untuk manajemen jaringan. Platform ini membantu organisasi dengan banyak cabang, seperti pemerintah, manufaktur, ritel, perbankan, pendidikan, rumah sakit, dan hotel, untuk mengelola access point, switch, dan server.

Aruba Central dapat memberikan notifikasi atau alert jika terjadi gangguan jaringan. Administrator cukup memasukkan prompt untuk menganalisis bagian tertentu, dan sistem memberikan rekomendasi lengkap dengan pro dan kontra, termasuk dampak terhadap keamanan.

HPE menargetkan konsep “self-driving network with AI” sebagai visi pengembangan teknologi masa depan. “Nah, nanti ke depannya, setahun dari sekarang, kita sudah self-healing,” ujar Robert.

Selain networking, AI juga diterapkan di sektor manufaktur. Contohnya, perusahaan pemotongan ayam menggunakan AI untuk menganalisis dan mengklasifikasikan potongan ayam sesuai distribusi ke wilayah seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Jadi, pada saat dipotong, dipotongnya juga sudah bukan orang [yang] potong, sudah langsung masuk dibagi empat segala macam. Sudah semuanya. Nah, masuk segala macam, ini buat pengiriman ke Jawa Timur, ini buat pengiriman ke Jawa Barat, segala macam. Nah, sudah gitu enggak mungkin salah. Kalau dulu kan orang masih manually ngitung, nih. Nah, tetapi sekarang sudah otomatis,” jelas Robert.

Secara keseluruhan, AI sangat membantu menunjang pekerjaan manusia sehari-hari. Robert menegaskan bahwa penggunaan AI tetap harus dibatasi dan diatur agar tidak melebihi batas yang wajar.

“Saya enggak melihat AI itu bahaya sebenarnya, karena AI itu enggak seperti kayak kita. Kita masih, ngomong kasarnya, kita masih punya akal budi, enggak seperti kayak AI, tetapi kalau saya rasa, AI itu ngebantu dalam pekerjaan sehari-hari dan harus tahu batasannya,” tutup Robert.

HPE menekankan bahwa strategi adopsi AI di Indonesia tidak hanya soal teknologi, tetapi juga literasi, kesiapan SDM, dan adaptasi bertahap. Dengan pendekatan ini, perusahaan berharap AI bisa lebih mudah diterapkan di berbagai sektor dan skala usaha.

Rencana HPE di Indonesia pada 2026 mencakup peningkatan adopsi AI secara bertahap di seluruh segmen bisnis. Strategi ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mempercepat transformasi digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah dan inovasi, HPE menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong kemajuan teknologi AI di Indonesia. Hal ini sekaligus membuka peluang baru bagi perusahaan lokal untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Langkah-langkah HPE juga menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam memanfaatkan AI. Penerapan teknologi secara tepat dan bijak diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Kehadiran AI di berbagai sektor industri Indonesia menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar tren, tetapi bagian dari transformasi bisnis yang nyata. Dengan strategi yang tepat, AI dapat menjadi alat bantu penting untuk mendorong inovasi dan efisiensi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index