JAKARTA — Ekosistem Grup GoTo lewat PT Rekan Anak Bangsa menyudahi ikatan perjanjian pengadaan jasa dengan PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI). Langkah pemutusan jalinan kontrak tersebut efektif bergulir terhitung sejak 2 Juli 2026.
Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan Express Transindo Utama Johannes B.E. Triatmojo memaparkan pihak perseroan telah mengantongi surat resmi dari PT Rekan Anak Bangsa perihal penyudahan Perjanjian Pengadaan Jasa yang pada waktu sebelumnya disepakati oleh kedua belah pihak.
"Dalam surat tersebut disampaikan bahwa pengakhiran perjanjian akan berlaku efektif pada tanggal 2 Juli 2026," ujar Johannes dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu (5/7/2026).
Johannes menguraikan tidak didapati adanya korelasi hubungan afiliasi antara PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) dengan PT Rekan Anak Bangsa.
Lebih jauh lagi, ia membenarkan bahwa rampungnya jalinan kerja sama itu memiliki potensi memengaruhi struktur pendapatan perseroan. Walakin, Express telah merumuskan rentetan langkah mitigasi demi menekan imbasnya terhadap roda operasional perusahaan.
"Dengan berakhirnya perjanjian, dapat memengaruhi penghasilan perseroan. Perseroan telah mengantisipasi dampak tersebut dengan mengoptimalkan penghasilan dari kontrak kerja lain yang ada, serta penambahan kendaraan operasional dari vendor yang lain," kata Johannes.
PT Rekan Anak Bangsa sendiri bertindak selaku salah satu entitas di bawah bendera Grup GoTo yang menggerakkan beraneka aktivitas operasional di dalam ekosistem layanan digital korporasi.
Rampungnya ikatan kontrak ini bertransformasi menjadi batu ujian tersendiri bagi Express di tengah kerja keras perseroan mendongkrak utilitas armada sekaligus melebarkan keran pundi-pundi pendapatan lewat kemitraan dengan beraneka rekan usaha.
Di sisi lain, TAXI membukukan grafik perbaikan performa pada kuartal I/2026. Angka pendapatan sukses menyentuh Rp2,26 miliar atau melonjak dari perolehan kuartal I/2025 yang senilai Rp668,09 juta.
Pos rugi bersih juga terpantau menyusut menuju angka Rp322,59 juta dari posisi tempo hari yang menembus Rp1,93 miliar.