JAKARTA - Menjelang Ramadan 2026, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan sahur, berbuka, dan persiapan Lebaran meningkat pesat. Kondisi ini membuka peluang bisnis rumahan dengan modal kecil namun potensi cuan tinggi bagi para pelaku usaha.
Usaha Takjil Siap Saji yang Selalu Dicari Saat Berbuka
Bisnis takjil menjadi favorit setiap Ramadan karena selalu diburu tepat waktu magrib. Produk seperti kolak, kurma, es buah, bubur sumsum, hingga gorengan laris manis di pasar maupun online.
Modal awal untuk usaha takjil berkisar Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Margin keuntungan bisa mencapai 50–100% tergantung jenis menu dan strategi harga jual.
Tips memulai usaha takjil termasuk memilih lokasi strategis di dekat masjid atau area ramai. Variasi takjil unik dan promosi di media sosial bisa menarik lebih banyak pembeli.
Jualan Makanan Sahur Praktis untuk Konsumen Sibuk
Makanan sahur praktis seperti nasi kuning, lontong sayur, nasi uduk, atau martabak mini diminati mereka yang tidak sempat memasak dini hari. Usaha ini menawarkan solusi cepat sekaligus peluang profit yang menjanjikan.
Estimasi biaya modal awal sekitar Rp700.000 hingga Rp1.500.000 untuk bahan pokok dan bumbu. Dengan harga jual per porsi Rp15.000–Rp30.000, omzet bisa mencapai ratusan ribu per hari.
Sistem pre-order dianjurkan agar persediaan tidak berlebih. Strategi ini membantu penjual mengatur stok dan mengurangi risiko kerugian.
Bisnis Minuman Segar yang Jadi Primadona Berbuka
Minuman segar seperti es kelapa muda, es campur, jus buah, atau es teh banyak dicari saat berbuka puasa. Lokasi strategis dan tampilan menarik menjadi faktor penting untuk menarik pembeli.
Modal awal sederhana berkisar Rp600.000–Rp1.200.000 untuk peralatan dan bahan dasar. Profit margin bisa mencapai 60–100% tergantung variasi minuman dan harga jual.
Penting menggunakan buah segar dan menjaga kebersihan. Display menarik juga meningkatkan kemungkinan pelanggan membeli produk.
Jualan Perlengkapan Ramadan dan Pakaian Muslim yang Laris
Perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena, Al-Qur’an saku, hingga pakaian muslim banyak dicari menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Produk ini memiliki potensi keuntungan tinggi jika dipasarkan dengan tepat.
Modal awal sekitar Rp800.000–Rp1.500.000 untuk stok produk. Dengan markup 30–50%, keuntungan yang diperoleh cukup menarik bagi pelaku usaha rumahan.
Penjualan bisa dilakukan melalui e-commerce atau marketplace. Fokus pada kualitas barang dan desain menarik untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Parcel Ramadan dan Kue Lebaran Sebagai Hadiah Tradisional
Parcel Ramadan berisi makanan, minuman, atau perlengkapan ibadah menjadi pilihan populer untuk hadiah dan bingkisan buka bersama. Tradisi ini menjadikan usaha parcel peluang bisnis yang menjanjikan setiap Ramadan.
Modal awal berkisar Rp1.000.000–Rp2.500.000 tergantung isi paket. Paket parcel dapat dijual dengan markup 40–100%, terutama untuk versi premium.
Tips memulai usaha parcel termasuk membuat paket sesuai segmentasi konsumen. Layanan custom gift wrapping menambah nilai dan daya tarik bagi pembeli.
Strategi Sukses Bisnis Rumahan Selama Ramadan
Menentukan target pasar sejak awal sangat penting agar bisnis tetap fokus dan menguntungkan. Dengan perencanaan matang, pelaku usaha bisa memaksimalkan modal kecil menjadi omzet signifikan.
Promosi melalui media sosial dan marketplace mempermudah jangkauan konsumen. Kreativitas dan kualitas produk menjadi kunci agar pelanggan kembali membeli di masa mendatang.
Selain itu, memanfaatkan tren belanja online selama Ramadan menjadi strategi tepat. Banyak konsumen memilih pre-order untuk sahur, berbuka, dan persiapan Lebaran agar lebih efisien.
Dengan strategi tepat, bisnis rumahan bisa bertahan bahkan setelah Ramadan. Peluang usaha kecil bisa bertransformasi menjadi sumber penghasilan tetap bagi keluarga.
Ramadan menjadi momen tepat untuk menguji kreativitas dalam bisnis makanan, minuman, dan kebutuhan ibadah. Kombinasi produk unik, harga bersaing, dan layanan cepat meningkatkan peluang sukses usaha rumahan.
Semua ide bisnis ini memiliki modal relatif kecil namun potensi profit besar. Kesuksesan bergantung pada perencanaan, lokasi strategis, promosi, dan kualitas produk.
Peluang usaha rumahan juga bisa memanfaatkan kolaborasi dengan aplikasi pengantaran online. Sistem pre-order dan pengantaran cepat menjadi nilai tambah bagi konsumen modern.
Dengan memanfaatkan tren Ramadan 2026, pelaku usaha kecil dapat meraih keuntungan signifikan. Kreativitas dan inovasi menjadi faktor penentu keberhasilan bisnis rumahan.
Bagi yang ingin memulai, fokus pada satu jenis usaha terlebih dahulu agar mudah mengelola stok dan kualitas. Setelah berjalan lancar, variasi produk bisa ditambahkan untuk meningkatkan omzet.
Ramadan bukan hanya waktu ibadah, tetapi juga momentum tepat memulai usaha rumahan. Peluang cuan terbuka lebar bagi yang siap merencanakan dan mengeksekusi strategi bisnis dengan matang.