JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperpanjang masa aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2025 hingga 28 Februari 2026. Langkah ini diambil agar seluruh peserta didik penerima PIP dapat segera mengakses dan memanfaatkan bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah.
Data Aktivasi Rekening dan Tantangan yang Dihadapi
Sebelumnya, batas waktu aktivasi rekening telah diperpanjang dari 31 Desember 2025 menjadi 31 Januari 2026. Namun, hingga 31 Desember 2025, tercatat masih ada 2.510.032 peserta didik yang belum mengaktifkan rekening SimPel PIP Tahun 2025.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.125.322 siswa SD, 317.883 siswa SMP, 584.001 siswa SMA, dan 482.826 siswa SMK. Data per 15 Januari 2026 menunjukkan masih ada 1.762.975 siswa yang belum melakukan aktivasi, hampir setengahnya berasal dari jenjang SD, yakni 813.487 siswa.
Pada tahun 2025, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan PIP kepada 19.000.659 siswa. Dari jumlah tersebut, 6.165.500 siswa tercatat dalam SK Nominasi, yakni peserta didik yang baru pertama kali menerima bantuan PIP.
Aktivasi rekening ditujukan khusus bagi siswa dalam SK Nominasi agar dapat masuk ke SK Pemberian. Dengan demikian, dana PIP bisa segera disalurkan ke rekening masing-masing peserta didik.
Imbauan Kemendikdasmen dan Prosedur Aktivasi
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan perpanjangan waktu dilakukan karena masih banyak peserta didik yang belum menyelesaikan proses aktivasi rekening. Ia berharap tambahan waktu ini dimanfaatkan oleh siswa dan orang tua untuk menuntaskan proses tersebut.
“Kami mengimbau peserta didik penerima PIP dan orang tua untuk segera mengecek status kepesertaan dan melakukan aktivasi rekening sebelum batas waktu yang ditetapkan. Aktivasi rekening menjadi langkah penting agar bantuan PIP dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan,” ujar Suharti.
Pengecekan status penerima PIP dapat dilakukan secara mandiri melalui Sistem Informasi Program Indonesia Pintar (SIPINTAR). Aktivasi rekening dilakukan di bank penyalur sesuai jenjang pendidikan, yakni BRI untuk SD, SMP, Paket A dan B; BNI untuk SMA, SMK, dan Paket C; serta BSI untuk seluruh jenjang pendidikan di Provinsi Aceh.
Suharti menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan bukti komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan pendidikan. Bantuan PIP diharapkan dapat dimanfaatkan tepat waktu dan tepat sasaran, khususnya bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap perpanjangan ini benar-benar dimanfaatkan. Jangan menunda aktivasi rekening agar dana PIP dapat segera digunakan untuk menunjang kebutuhan belajar peserta didik,” pungkasnya.
Manfaat Program Indonesia Pintar dan Dampaknya bagi Peserta Didik
Bantuan PIP bertujuan membantu peserta didik memenuhi kebutuhan pendidikan. Dana ini dapat digunakan untuk membeli perlengkapan belajar, buku, atau biaya pendidikan lainnya yang menunjang proses belajar mengajar.
Program ini juga memastikan kesetaraan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dengan aktivasi rekening, pemerintah memastikan dana sampai langsung ke tangan peserta didik sehingga manfaatnya maksimal.
Pengelolaan rekening yang tepat juga membantu monitoring dan transparansi. Kemendikdasmen dapat memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukan dan menghindari penyalahgunaan dana.
Selain itu, aktivasi rekening PIP menjadi sarana pengenalan literasi keuangan sejak dini bagi peserta didik. Anak-anak belajar mengelola dana bantuan secara mandiri dan bertanggung jawab.
Dengan perpanjangan batas waktu ini, peluang bagi ribuan siswa untuk memanfaatkan bantuan PIP kembali terbuka. Orang tua dan sekolah diharapkan aktif mengingatkan dan mendampingi anak-anak dalam proses aktivasi.
Pemanfaatan tepat waktu juga mendukung kelancaran proses administrasi pemerintah. Data peserta yang lengkap membantu pemerintah menyiapkan program pendidikan berikutnya dengan lebih efektif.
Program Indonesia Pintar terus menjadi prioritas pemerintah dalam memajukan pendidikan nasional. Dengan aktivasi rekening yang tepat, ribuan peserta didik dapat merasakan manfaat langsung dari bantuan pendidikan ini.
Kemendikdasmen menekankan pentingnya kolaborasi antara siswa, orang tua, dan sekolah. Semua pihak diharapkan bekerja sama agar bantuan PIP dapat dimanfaatkan optimal untuk menunjang pendidikan anak-anak.
Langkah terakhir aktivasi rekening PIP menjadi momen penting. Setiap peserta didik yang belum melakukan aktivasi disarankan segera menyelesaikannya sebelum 28 Februari 2026.