Mendagri Ajak Dekranasda Kembangkan Produk Kriya Unggulan

Senin, 13 Juli 2026 | 18:04:01 WIB
Mendagri Dorong Pemda Gali Potensi Kerajinan Lokal [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah (pemda) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar proaktif dalam menemukan serta mengolah potensi kerajinan khas di daerahnya masing-masing.

Tito mengungkapkan bahwa langkah ini krusial sebagai upaya pelestarian budaya, penyediaan lapangan kerja, penguatan sektor UMKM, serta pendorong pertumbuhan ekonomi.

Bagi Tito, Indonesia menyimpan kekayaan kerajinan tradisional yang luar biasa, contohnya tenun yang memiliki nilai seni tinggi dan banyak dicari kolektor mancanegara berkat keunikan serta kelangkaannya.

"Artinya, Indonesia, kami banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendagri dalam Penutupan Rangkaian Acara 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bertajuk "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu.

Tito beranggapan masih banyak potensi yang belum dikelola maksimal untuk menciptakan produk bernilai jual tinggi. Sebagai contoh, Mendagri berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang diolah menjadi aneka kerajinan tangan.

Menurutnya, peluang serupa tersebar luas di berbagai pelosok Indonesia.

Mendagri menekankan bahwa Indonesia memiliki kapabilitas besar untuk menjadi pemimpin dalam industri kriya global. Kekayaan budaya, keragaman suku, dan melimpahnya sumber daya alam menjadi aset vital dalam meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Tito menyebutkan pasar kerajinan dunia masih terbuka lebar dengan nilai sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun, Indonesia belum masuk dalam daftar 10 besar produsen kerajinan dunia, padahal memiliki keunggulan kompetitif berupa keragaman produk yang sulit disamai negara lain.

Mendagri mengungkapkan bahwa setiap daerah di Indonesia mempunyai karakteristik kriya unik yang dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, dan ketersediaan bahan baku.

"Keunggulan Indonesia adalah Indonesia the most diverse handicraft in the world. Jadi, yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia," ujar Tito.

Di sisi lain, Mendagri juga memberikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, serta seluruh pihak yang menyukseskan perayaan HUT ke-46 Dekranas. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara tersebut dinilai membawa dampak positif bagi ekonomi daerah setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naomi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dan Ketua Harian Dekranasda Makassar Melinda Aksa.

Terkini