Bapanas Pastikan Stok Pangan Siap Hadapi Musim Kemarau

Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:17:01 WIB
Bapanas Perkuat Stok Pangan Pokok Hadapi Dampak El Nino [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggaransi cadangan pangan di luar beras dalam keadaan siap, lewat penguatan stok pangan pokok strategis, demi mencukupi keperluan masyarakat menjelang musim kemarau.

"Kami memang sudah siapkan (ketersediaan pangan) jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu, pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos," kata Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dalam rilis Bapanas, stok cadangan pangan Pemerintah dalam wujud beras di Perum Bulog menyentuh angka 5,2 juta ton per 8 Juli.

Sementara itu, cadangan pangan pemerintah daerah pada level provinsi terdata total 7,34 ribu ton hingga akhir Juni silam dan di level kabupaten/kota total tersedia 13,15 ribu ton yang tersebar pada 323 daerah.

Kemudian, cadangan pangan berupa jagung pakan per 8 Juli masih tersedia sebanyak 188 ribu ton dan dialokasikan untuk peternak unggas via program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih ekonomis.

Cadangan pangan dalam bentuk minyak goreng tercatat sejumlah 1,1 ribu kiloliter dan gula konsumsi berkisar 2,79 ribu ton, yang mana keduanya tersimpan di Bulog dan ID Food. Di samping itu, cadangan pangan berupa daging ayam masih tersedia 38 ton di ID Food.

Berkaitan dengan komoditas yang gampang membusuk atau rapuh, seperti cabai, bawang merah, serta telur ayam ras; Bapanas percaya diri sanggup ditopang oleh produksi pangan domestik secara reguler lantaran terdapat surplus produksi terhadap keperluan konsumsi yang tergolong tinggi sepanjang setahun.

Proyeksi Neraca Pangan yang dihimpun Bapanas, untuk cabai besar memiliki estimasi produksi tahun ini pada angka 1,51 juta ton dengan keperluan konsumsi setahun 929,27 ribu ton. Untuk cabai rawit produksinya sanggup menyentuh 1,5 juta ton dengan keperluan konsumsi 913,61 ribu ton.

Dalam setahun, produksi bawang merah menyentuh 1,32 juta ton dengan keperluan konsumsi setahun 1,25 juta ton; produksi telur ayam ras bertengger di 6,98 juta ton dengan keperluan konsumsi 6,47 juta ton; serta daging ayam ras sebanyak 4,89 juta ton dengan keperluan konsumsi 4,02 juta ton.

"Kalau bulan Agustus sampai September memang musim kering. Juni itu awal musim kering. Kemudian di Juli dan Agustus, insya Allah pangan kita aman, terutama beras," jelas Amran.

Swasembada beras menjelma prioritas lantaran beras adalah komoditas pangan pokok dengan porsi konsumsi paling dominan dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia.

 Oleh karena itu, kesuksesan menggapai swasembada beras menjadi parameter ketahanan pangan nasional.

"Swasembada itu artinya ketika suatu negara impor maksimal 10 persen dari kebutuhan. Negara kita ini tidak impor beras medium berarti telah swasembada sempurna," katanya.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menjamin Pemerintah secara simultan telah merancang aneka langkah mitigasi, terkhusus dalam membangun stok cadangan pangan yang tangguh.

"Kami tetap waspada menghadapi El Nino, cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," kata Sarwo.

Salah satu bukti nyata kesiapsiagaan itu ialah dengan mengantongi cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog hingga menyentuh 5,2 juta ton.

"Ada pula stok cadangan pangan dengan komoditas selain beras," ujar Sarwo.

Terkini