APPBI Estimasi Libur Sekolah Dongkrak Penjualan Ritel 20%

Jumat, 10 Juli 2026 | 21:58:02 WIB
APPBI: Libur Sekolah Dongkrak Penjualan Ritel Hingga 20 Persen [FOTO: NET].

JAKARTA — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan omzet penjualan ritel sepanjang masa libur sekolah terkatrol berkisar 15%–20%. Periode tersebut menjelma sebagai penyokong industri ritel di kala fase low season berjalan lebih lama pada tahun ini.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja memaparkan capaian riil dari lonjakan penjualan masih menanti hingga masa liburan sekolah usai pada pertengahan Juli 2026.

“Biasanya kurang lebih 15–20% [peningkatan selama libur sekolah]. Nanti kami tunggu, ini kan masih berjalan libur sekolahnya. Mungkin sampai pertengahan bulan Juli ini,” kata Alphonzus saat ditemui di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Dirinya mengutarakan pusat perbelanjaan konsisten menjelma sebagai tujuan utama publik sewaktu liburan lantaran tidak sekadar berperan selaku lokasi berbelanja, melainkan juga tempat berinteraksi.

“Karena kan memang mal itu bukan hanya, fungsinya bukan hanya sekadar tempat belanja. Terus Indonesia kan punya culture suka berkumpul, dan berkumpul,” ujarnya.

Berdasarkan pandangan Alphonzus, peningkatan transaksi sepanjang libur sekolah terutamanya disokong oleh lini makanan, minuman, beserta wahana hiburan. Di sisi lain, sumbangsih penjualan komoditas nonmakanan dianggap tidak terlampau besar.

“Ada yang belanja di nonmakanan minuman, tetapi jumlahnya saya kira tidak terlalu signifikan. Yang lebih dipilih adalah, kalau seperti libur-libur seperti ini adalah makanan minuman, hiburan, dan lain sebagainya. Memang didominasi oleh makanan minuman dan hiburan,” lanjutnya.

Ia menyampaikan libur sekolah menjelma sebagai keliru satu momentum krusial bagi industri ritel pada tahun ini. 

Pasalnya, lini ritel menerpa periode low season yang lebih panjang sesudah Ramadan dan Idulfitri bergulir lebih dini pada kuartal I, sehingga kuartal II dan III tidak lagi terdongkrak oleh konsumsi musiman layaknya tahun-tahun terdahulu.

Di sudut lain, industri ritel pun menerpa tekanan berupa perlambatan ekonomi global, lonjakan biaya logistik serta energi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga merangkak naiknya suku bunga pinjaman. Dalam keadaan tersebut, momentum libur sekolah dianggap menolong memelihara aktivitas pusat perbelanjaan maupun performa pelaku ritel.

“Jadi ada event-event liburan sekolah, ada momen-momen tersebut tentunya sangat membantu. Jadi saya kira dirasakan oleh pusat perbelanjaan dan juga teman-teman ritel, libur sekolah ini sangat membantu,” tandasnya.

Terkini