Liga Putri Indonesia Bangkit, 6 Klub Siap Bersaing Musim Ini

Kamis, 09 Juli 2026 | 05:01:32 WIB
Sempat Vakum 7 Tahun, Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir [FOTO: NET].

JAKARTA - Pasca-mati suri selama tujuh tahun lamanya, kancah sepak bola putri tanah air akhirnya bersiap menyambut era baru. Kompetisi level tertinggi yang kali terakhir diputar pada musim 2019 silam dipastikan bakal kembali dilaksanakan pada musim kompetisi 2026-2027 ini dengan melibatkan enam klub sebagai kontestan pertama.

Kabar baik ini menjadi hembusan angin segar bagi para talenta lapangan hijau putri yang selama bertahun-tahun merindukan wadah kompetisi resmi.

 Bergulirnya kembali Liga Putri Indonesia diproyeksikan menjadi tonggak awal kebangkitan sepak bola wanita nasional sekaligus memperkokoh program pembinaan atlet demi menembus kancah internasional.

Keputusan krusial tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, seusai melakukan koordinasi bersama jajaran operator kompetisi I.League serta para petinggi klub peserta. 

Enam kesebelasan yang dikonfirmasi akan meramaikan musim perdana Liga Putri 2026-2027 ini meliputi Persita Tangerang, Persija Jakarta, Bekasi FC, Persikad Depok, Garudayaksa, dan Dewa United.

Seluruh tim yang terlibat tersebut diketahui mengandalkan markas di wilayah Jabodetabek. Menariknya, nama besar Persija Jakarta dipastikan ikut serta dalam gelaran perdana ini. 

Sebaliknya, klub rival abadi mereka, Persib Bandung, yang memegang titel kampiun Liga 1 Putri 2019, belum tercatat ke dalam deretan klub peserta saat ini.

Penyelarasan Jadwal Kompetisi dengan Program Timnas

Pihak PSSI memberikan penegasan bahwa esensi dari Liga Putri bukan sebatas menghidupkan kembali denyut kompetisi, melainkan dicanangkan sebagai fondasi utama rekonstruksi sepak bola putri nasional secara jangka panjang. 

Oleh sebab itu, skema penjadwalan kompetisi nantinya akan diselaraskan dengan agenda Timnas Putri Indonesia guna memastikan roda pembinaan pemain berjalan sinergis tanpa saling menghambat.

“Agar pembinaan dan prestasi bisa berjalan beriringan,” ujar Erick Thohir melalui akun Instagram pribadinya.

Melalui langkah sinkronisasi ini, para pesepak bola wanita diharapkan konsisten memperoleh menit bermain yang kompetitif di level klub, serta selalu dalam kondisi siap tempur saat dipanggil memperkuat panji tim nasional.

Komitmen PSSI Hadirkan Kompetisi yang Bersih dan Protektif

Bukan sekadar meramu format turnamen, federasi sepak bola tanah air ini juga memfokuskan perhatian pada pilar integritas. Erick Thohir mewanti-wanti agar Liga Putri benar-benar steril dari segala bentuk kecurangan pengaturan skor, kekerasan, maupun aksi pelecehan seksual.

Bagi Erick Thohir, jaminan keamanan serta kenyamanan bagi setiap pemain merupakan hal mutlak yang harus diutamakan guna mewujudkan iklim kompetisi yang tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan profesional.

“Tidak ada ruang untuk match fixing dan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk sexual harassment. Kami harus jaga anak-anak kami dan pastikan Liga Putri menjadi tempat yang aman, profesional, dan berintegritas bagi seluruh pemain," pungkas Erick Thohir.

Terkini