Prodia Diagnostic Raih Dana Rp62,74 Miliar Usai Resmi IPO di BEI

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:13:02 WIB
Resmi Listing di Bursa, Saham PRDL Langsung ARA ke Level Rp162 [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang berada di bawah naungan Prodia Group secara resmi telah mencatatkan saham perdana atau melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di bursa efek Indonesia, dengan sukses menjaring dana segar mencapai Rp62,74 miliar.

Ketika perdagangan perdana dibuka, saham PRDL terpantau langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) usai melonjak 35 persen atau bertambah 42 poin menuju posisi Rp162 per lembar saham dari harga perdana senilai Rp120 per lembar saham.

"Membunyikan bel hari ini bukan hanya membuka pasar. Kami membuka babak baru yang menarik tentang pertumbuhan, transparansi, dan inovasi," ujar Direktur Utama PRDL Cristina Sandjaja di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (09/07/2026).

Untuk langkah ke depan, manajemen perseroan memegang komitmen penuh guna menyajikan nilai investasi jangka panjang bagi kalangan pemegang saham baru, dengan konsisten menyelaraskan diri pada standar tata kelola korporasi yang akuntabel.

"Kami menatap masa depan dengan optimisme yang besar, dan kami sangat senang Anda dapat berbagi perjalanan ini bersama kami," ujar Cristina.

Cristina menjabarkan, emiten tersebut sekarang ini mengelola lebih dari 1.083 Stock Keeping Unit (SKU) produk aktif yang tersebar di 38 provinsi serta 370 kabupaten/kota, sekaligus sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 7.600 pelanggan di penjuru tanah air.

Adapun, lini jaringan distribusi tersebut meliputi kurang lebih 7.000 unit puskesmas, 300 rumah sakit, 317 instansi dinas kesehatan tingkat kabupaten/kota, hingga puluhan lembaga kesehatan lainnya.

Dirinya menggaransi bahwa rumpun produk utama milik perseroan mengantongi nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas angka 70 persen, yang mana pencapaian ini mendongkrak keunggulan kompetitif produk di tengah meningkatnya kebutuhan akan instrumen alat kesehatan nasional serta kepungan produk impor.

“Kami optimistis dapat memanfaatkan momentum IPO untuk memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, dan memperkuat kontribusi terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional,” ujar Cristina.

Di sepanjang periode tahun 2025, korporasi berhasil menorehkan angka pendapatan sebesar Rp74,4 miar, alias melaju tumbuh 27 persen year on year (yoy) bila dikomparasikan dengan periode tahun sebelumnya.

Untuk laba bersih perseroan terpantau melonjak hingga 70,7 persen (yoy) menuju posisi Rp16,9 miliar pada buku tahun 2025, sementara pos pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) bergerak tumbuh 66,9 persen (yoy) ke angka Rp29,2 miliar, yang merefleksikan adanya penguatan aspek profitabilitas serta efisiensi pada pos operasional.

“Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional," ujar Cristina.

Sebagai informasi tambahan, di dalam pelaksanaan IPO ini, PRDL melepas sebanyak 522,9 juta lembar saham baru atau setara dengan porsi 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO, dengan patokan harga penawaran senilai Rp120 per lembar saham, sehingga total dana yang sukses dihimpun mencapai Rp62,74 miar.

Terkini