BSSN Bekali Fasilitas Kesehatan Pengetahuan Keamanan Siber

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:07:31 WIB
BSSN: Keamanan Siber Faskes Krusial Lindungi Data Medis Pasien [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberikan pembekalan kepada tenaga pengelola sistem digital di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) mengenai pengetahuan siber guna mewujudkan keamanan digital layanan kesehatan di Indonesia.

Upaya ini dilakukan sebagai respons atas masifnya digitalisasi rekam medis elektronik di tingkat nasional, yang menuntut adanya sistem andal dan terstandardisasi demi menjaga kerahasiaan data pasien sesuai regulasi.

"Gangguan pada sistem teknologi informasi di rumah sakit bukan lagi sekadar insiden administratif biasa, melainkan ancaman nyata yang dapat berdampak langsung hingga pada keselamatan jiwa pasien," kata Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (09/07/2026).

Pembekalan tersebut diselenggarakan melalui seminar dan lokakarya selama dua hari, pada 8-9 Juli, di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Indonesia (RSP UI), dengan tema "Fortifying the Digital Hospital: Strategi Keamanan Siber Berbasis Standar Nasional menuju Transformasi Layanan Kesehatan Indonesia".

Dalam sesi hari pertama, Sulistyo menekankan pentingnya perlindungan aset digital faskes, terutama mengingat integrasi data masyarakat melalui platform SatuSehat milik Kementerian Kesehatan. 

Ia menegaskan bahwa penggunaan aplikasi asli sangat krusial untuk mencegah kerentanan, mengingat 56 persen anomali di sektor kesehatan disebabkan oleh malware akibat penggunaan perangkat lunak bajakan.

Selain itu, pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dipandang perlu agar kerentanan sistem dapat segera ditangani. BSSN juga menyatakan kesiapan untuk memberikan bimbingan teknis bagi instansi yang telah memiliki TTIS.

Direktur Utama RSP UI, dr. Ari Kusuma Januarto, menyambut baik kolaborasi strategis ini. "Sebagai rumah sakit pendidikan yang mengedepankan inovasi dan keselamatan pasien, kami sadar data medis adalah aset sensitif. 

Integrasi sistem IT wajib berjalan beriringan dengan protokol keamanan berbasis standar nasional guna menjamin keberlangsungan layanan medis tanpa interupsi," ungkapnya.

Melalui kerja sama dengan mitra teknologi Cisco Systems Indonesia, BSSN membekali para pimpinan manajemen dan tenaga IT rumah sakit mengenai strategi proteksi serta kepatuhan terhadap standar regulasi nasional. 

Fokus utama lokakarya ini adalah memastikan kerahasiaan data pasien melalui enkripsi, pembatasan hak akses, dan protokol respons insiden yang seragam, guna melindungi integritas jaringan data kesehatan nasional secara menyeluruh.

Terkini