7 Kue dan Dessert Khas Aceh Paling Populer yang Wajib Dicoba

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:15:01 WIB
Rekomendasi 7 Dessert Tradisional Khas Aceh Terpopuler [FOTO: NET].

JAKARTA - Wilayah Provinsi Aceh menyimpan kekayaan berupa kuliner penutup tradisional bercita rasa manis yang tak sekadar digemari oleh para pelancong, melainkan juga kerap diburu sebagai buah tangan khas yang sayang untuk dilewatkan. 

Warisan kuliner yang melimpah ini dibuktikan lewat eksistensi aneka macam penganan berbahan baku lokal, mulai dari tepung ketan, perasan santan, hingga buah-buahan tropis yang diolah menggunakan resep turun-temurun. 

Berdasarkan informasi dari situs resmi Pemerintah Aceh, jajaran kue atau pencuci mulut ini kerap kali disajikan dalam ritual adat, momentum keagamaan, sampai jamuan bagi para tamu.

Secara umum, kudapan manis khas Aceh menonjolkan kombinasi rasa yang manis dan gurih dengan mengandalkan metode pengolahan tradisional, seperti dikukus, dipanggang, maupun digoreng. 

Kehadiran unsur-unsur alami layaknya bungkusan daun pisang, pemakaian gula merah, serta taburan kelapa parut ikut mempertegas karakter kuliner khas Serambi Mekkah ini. 

Di samping berperan sebagai hidangan pencuci mulut, kue-kue tradisional tersebut turut menyimpan nilai budaya yang mendalam karena menjadi kelengkapan dalam serangkaian ritual sosial warga Aceh, seperti acara kenduri, prosesi lamaran, hingga perayaan hari besar. 

Faktor ini membuat jajaran makanan penutup khas Aceh tidak cuma dipandang sebagai makanan pengganjal perut, melainkan juga representasi kearifan lokal.

Berikut adalah tujuh jajanan pasar dan makanan penutup khas Aceh yang wajib Anda cicipi ketika bertandang ke Serambi Mekkah:

1. Kue Timphan 

Timphan merupakan varian kue basah legendaris asal Aceh yang diolah dari kombinasi tepung ketan, santan, serta lumatan pisang raja atau labu demi memperoleh tekstur adonan yang lembut. 

Adonan ini berikutnya diberi isian berupa selai srikaya (asokaya) ataupun parutan kelapa manis, lalu dibalut memakai daun pisang muda sebelum akhirnya dikukus sampai matang. 

Metode pengukusan tersebut memunculkan tekstur yang kenyal dengan semerbak wangi khas daun pisang, sehingga timphan selalu jadi sajian utama tatkala hari raya seperti Idulfitri tiba.

2. Kue Bhoi 

Kue bhoi merupakan jenis bolu kering tempo dulu yang diracik dari perpaduan telur, gula, serta tepung terigu yang dikocok sampai mengembang sempurna. Adonan tersebut lantas dimasukkan ke dalam cetakan bermotif unik, seperti bentuk bunga maupun binatang, lalu dipanggang.

 Proses ini menghasilkan kue bertekstur lembut pada bagian dalam namun agak renyah di sisi luar, yang sering kali dihidangkan dalam upacara adat sebagai simbolis untuk menghormati kedatangan tamu.

3. Kue Keukarah 

Keukarah lazim disebut sebagai kue sarang burung lantaran penampilannya yang tipis serta dipenuhi rongga. 

Penganan ini diproduksi dari adonan tepung beras yang diaduk bersama gula dan air, lalu dituang memutar ke dalam minyak yang panas menggunakan alat cetak khusus sampai membentuk helaian serat yang halus. 

Selepas digoreng hingga garing, keukarah menyajikan tekstur renyah dengan rasa manis yang samar, membuatnya sangat ideal dinikmati sebagai teman minum kopi.

4. Kue Adee 

Kue adee yang lahir dari daerah Meureudu, Pidie Jaya, menyuguhkan tampilan yang menyerupai kue bingka. Komponen utamanya terdiri atas santan, telur ayam, gula pasir, beserta tepung terigu atau parutan ubi kayu yang dihaluskan. 

Seluruh komponen tersebut diaduk merata hingga menyatu, lalu dipanggang hingga permukaan atasnya berubah warna menjadi kecokelatan. Teksturnya terasa lembut sekaligus padat dengan cita rasa manis yang pekat, serta umumnya dipasarkan dalam opsi bahan dasar singkong maupun tepung terigu.

5. Meuseukat 

Meuseukat ialah penganan tradisional berbasis buah nanas yang direbus bersama campuran gula dan tepung hingga konsistensinya mengental menyerupai dodol. 

Tahapan memasaknya memakan durasi yang relatif lama lantaran harus diaduk secara terus-menerus demi mendapati tekstur yang kenyal dengan corak kuning yang cerah. 

Usai matang, adonan akan dicetak lalu diiris-iris, menyisakan cita rasa manis berpadu segar khas buah nanas yang kerap kali disuguhkan dalam prosesi hantaran lamaran maupun pernikahan.

6. Kue Boh Rom-Rom

 Boh rom-rom menyajikan kemiripan dengan kue klepon, di mana penganan ini berbahan dasar tepung ketan yang dipulung bulat dengan isian gula merah cair di dalamnya. 

Adonan bola-bola tersebut kemudian direbus di air mendidih hingga mengapung ke permukaan sebagai indikator kematangan, lalu digulingkan di atas parutan kelapa. Keunikan kue ini berada pada corak hijau alami yang diperoleh dari perasan daun suji serta sensasi letupan manis yang meleleh ketika digigit.

7. Kue Kembang Loyang 

Kembang loyang tergolong sebagai kue kering yang diracik menggunakan adonan tepung beras, perasan santan, gula, dan telur. Cetakan bermotif bunga terlebih dahulu dipanaskan sebelum dicelupkan ke dalam adonan, untuk kemudian digoreng di dalam minyak sampai kering dan renyah. 

Kue ini menawarkan tekstur yang ringan dengan cita rasa gurih berpadu manis, membuatnya menjadi camilan yang paling dicari sewaktu perayaan hari raya.

Terkini