Tuchel Yakin Inggris Raih Karma Baik di Azteca Kontra Meksiko

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:46:31 WIB
Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Sebut Inggris Dapat Karma Baik [FOTO: NET].

JAKARTA - Juru taktik Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mempunyai keyakinan penuh bahwa pasukannya bakal memperoleh semacam penebusan karma baik kala merumput di Stadion Azteca. 

Pertandingan babak 16 besar turnamen Piala Dunia 2026 ini bakal mempertemukan Timnas Inggris dengan satu di antara negara tuan rumah, Meksiko, di Stadion Azteca, Mexico City.

Kembalinya armada Tiga Singa ke arena bersejarah Azteca pada hari Minggu besok tak pelak memutar kembali memori kelam masa lalu. 

Kendati demikian, Thomas Tuchel justru melecut motivasi anak asuhnya guna mengubur bayang-bayang kelam tersebut dan menjadikan momen krusial ini sebagai wadah untuk berdamai dengan stadion legendaris itu.

Bagi publik sepak bola Inggris, Stadion Azteca menorehkan luka mendalam tatkala babak perempat final tahun 1986 silam. 

Waktu itu, bintang sepak bola legendaris Diego Armando Maradona melesakkan gol kontroversial yang populer lewat insiden 'Tangan Tuhan', yang pada prosesnya membuat langkah skuad Tiga Singa terhenti. 

Sang manajer percaya bahwa rentetan sejarah pahit tersebut justru menjadi stimulan semangat bertanding yang berlipat ganda untuk anak asuhnya saat ini.

"Ya, itu akan memberi kami imbalan. Kami akan mendapatkannya kembali. Ini karma. Karma akan kembali kepada kami. Kami akan membalikkannya," ujar Thomas Tuchel dikutip dari ESPN UK, Jumat (3/7/2026).

Ia pun masih mengingat dengan gamblang kenangan masa kecilnya kala menonton panggung dunia empat dekade silam tersebut.

"Tentu saja saya ingat Piala Dunia Maradona. Dua gol melawan Inggris, satu gol hasil dribbling dan satu gol yang tidak akan pernah diakui di zaman sekarang."

"Ini adalah momen besar untuk berdamai dengan stadion dan membalikkan keadaan," tambah sang pelatih.

Tantangan dari Tuan Rumah

Pada pertandingan penentuan nanti, ujian berat membentang di hadapan skuad tamu lantaran mereka tidak cuma bakal berhadapan dengan Timnas Meksiko, melainkan juga dengan teror serta intimidasi dari pendukung tuan rumah di seantero negeri.

"Sangat gembira bisa menggelar pertandingan ini. Ini adalah pertandingan ikonik melawan Meksiko di Meksiko, tetapi kami akan bermain melawan seluruh negara, energi seluruh negara, di stadion mereka," tegasnya.

Mengenai potensi gangguan yang mungkin dilancarkan suporter lawan di luar lapangan, ia mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

"Kami akan mengantisipasi hal itu. Tapi apa yang harus kami lakukan? Kami akan membawa perlengkapan (seperti penyumbat telinga) tentu saja, tetapi saya mengantisipasi segala kemungkinan."

Di samping faktor non-teknis, kebugaran pemain pilar pasca-kemenangan dramatis atas RD Kongo turut menjadi perhatian utama.

"Ketika Declan memberi tahu Anda bahwa dia merasakan sakit yang luar biasa, maka Anda tahu dia tidak tahan lagi."

"Dia bersyukur kami menariknya keluar, tetapi dia mengatakan setelah pertandingan bahwa itu bukan masalah. Tidak ada cedera, saya pikir dia akan pulih. Ini lebih merupakan nyeri saraf," tegas sang juru taktik.

"Saya bertanya kepadanya, dia berkata 'Saya bisa melakukannya untuk tim tetapi saya sangat kesakitan'," jelas Tuchel.

Adaptasi Ekstrem Ketinggian

Berlaga di ketinggian yang mencapai lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut turut memaksa jajaran staf kepelatihan memutar otak demi proses adaptasi para pemain.

"Kami akan berangkat satu malam lebih awal [dari biasanya dan berangkat pada hari Jumat], itu masuk akal," terang Thomas Tuchel.

Kondisi udara yang tipis diprediksi bakal mengubah pola permainan, terutama berkaitan dengan laju si kulit bundar.

"Bola akan terbang berbeda. Mungkin akan terbang lima yard lebih jauh. Ini sulit. Kami hanya butuh pengalaman," pungkasnya.

Terkini