Rupiah Hari Ini: Diprediksi Melemah, Ditutup Naik ke Rp17.963

Jumat, 03 Juli 2026 | 01:24:31 WIB
Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Level Rp17.963 per Dolar AS [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar mata uang rupiah diperkirakan masih mengalami tekanan pada transaksi hari Jumat (3/7/2026) akibat kuatnya pengaruh faktor global maupun domestik. Melemahnya sektor manufaktur, kecemasan terhadap situasi ekonomi dalam negeri, hingga penantian rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat diproyeksikan membebani mata uang nasional.

Ibrahim Assuaibi, selaku pengamat pasar uang dan komoditas, memproyeksikan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.990 sampai Rp18.050 per dolar AS sepanjang hari ini. Pada sesi perdagangan Kamis (2/7/2026) sebelumnya, rupiah finis melemah pada level Rp17.995 per dolar AS.

Penyusutan nilai rupiah berjalan selaras dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang sedang tertekan. 

Berdasarkan laporan RTI Infokom, yuan China terapresiasi 0,06%, yen Jepang naik 0,84%, won Korea Selatan menguat 0,69%, dolar Singapura tumbuh 0,20%, dan baht Thailand terangkat 0,09%. Sebaliknya, dolar Hong Kong menyusut 0,01% serta dolar Taiwan melemah 0,07%.

Ibrahim memaparkan bahwa dinamika global saat ini dipengaruhi oleh kelanjutan proses diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. 

Pihak Qatar mengonfirmasi adanya kemajuan yang konstruktif dalam diskusi tidak langsung di Doha mengenai stabilitas keamanan Selat Hormuz serta pembukaan blokir dana Iran.

Di samping itu, para pelaku pasar tetap memantau arah kebijakan moneter dari bank sentral AS atau The Fed. Mengacu pada CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga acuan pada sesi pertemuan September mendatang kini bertengger di angka 67%.

Melihat indikator ekonomi AS, data Perubahan Ketenagakerjaan ADP memperlihatkan adanya ekspansi tenaga kerja sektor swasta sebanyak 98.000 pada Juni, lebih rendah dari proyeksi pasar di angka 113.000. 

Sementara itu, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur dari ISM melandai menuju level 53,3 dari posisi sebelumnya yang berada di angka 54,0. 

Perhatian para pemodal kini tertuju pada rilis data nonfarm payrolls AS yang diperkirakan bertambah 110.000 pekerja pada bulan Juni, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di level 4,3%.

Dari lingkup domestik, Ibrahim menyebut stabilitas kepercayaan pasar terhadap Indonesia sedang diuji oleh berbagai kabar negatif belakangan ini. 

Faktor pemicunya mencakup penanganan kasus korupsi kakap, kekhawatiran fiskal pasca-defisit neraca perdagangan per Mei, kenaikan inflasi, hingga penangguhan keputusan indeks pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Tekanan tambahan juga bersumber dari sektor industri. Berdasarkan data S&P Global, indeks PMI manufaktur Indonesia jatuh ke level 46,9 pada periode Juni 2026.

 Capaian ini menandai penurunan terdalam dalam setahun terakhir lantaran merosotnya pesanan baru yang berimbas pada terpangkasnya output terbesar sejak April 2025.

Selain itu, lembaga Fitch Ratings memproyeksikan persediaan cadangan devisa Indonesia pada 2026 hanya setara untuk membiayai 4,9 bulan kebutuhan pembayaran eksternal berjalan.

 Angka tersebut berada di bawah nilai tengah negara-negara berperingkat BBB yang memiliki ketahanan hingga 5 bulan. 

Menurut analisis Fitch, menyusutnya cadangan devisa dipengaruhi oleh memburuknya ketentuan perdagangan (terms of trade) imbas lonjakan harga energi dunia, intervensi pasar valas oleh Bank Indonesia demi stabilitas kurs, serta penyelesaian utang luar negeri.

15:45 WIB Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.963

Nilai tukar rupiah mengakhiri sesi perdagangan Jumat (3/7/2026) dengan penguatan sebesar 34 poin ke level Rp17.963 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau melandai 0,15% ke posisi 100,70.

Ibrahim Assuaibi menerangkan bahwa eskalasi ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan mata uang garuda.

"Investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah menyetujui hampir semua yang AS butuhkan. Ini menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar," kata Ibrahim, Jumat (3/7/2026).

Di sisi lain, terdapat kabar yang mengonfirmasi bahwa pihak Iran menolak draf kesepakatan untuk menghentikan klaim atas Selat Hormuz meski diiming-imingi pencairan dana simpanan senilai miliaran dolar yang tengah dibekukan.

"Sinyal yang beragam membuat risiko geopolitik tetap menjadi perhatian para pedagang, bahkan ketika kekhawatiran akan gangguan langsung terhadap pasokan minyak mentah Teluk terus mereda," jelas dia.

13:21 WIB Kurs Dolar AS Menguat ke Rp17.949

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat 34 poin atau 0,19% ke level Rp17.949 per dolar AS pada pukul 13.22 WIB.

09:05 WIB Rupiah Dibuka Menguat

Mata uang rupiah terhadap dolar AS mengawali hari dengan penguatan 0,23% atau naik 42 poin ke level Rp17.941 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS terlihat melemah 0,03% atau terpangkas 0,03 poin ke posisi 100,83 pada pukul 09.03 WIB.

08:36 WIB Dolar AS Melemah Efek Data Tenaga Kerja AS

Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) merosot tajam pada Kamis (2/7/2026) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) periode Juni menunjukkan jumlah lapangan kerja yang tercipta jauh lebih rendah dari perkiraan pasar.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pemberi kerja di AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, lebih rendah dibandingkan ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan 110.000 lapangan kerja. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2% dari 4,3% pada bulan sebelumnya.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk yen Jepang dan euro terakhir turun 0,6% ke level 100,81 merespons rilis data tersebut. Sementara itu, euro menguat 0,6% ke posisi US$1,1438.

Terkini