Ekspor Sumsel Anjlok 19,23%, Tertekan Kontraksi Pengiriman Batu Bara

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:46:32 WIB
Ekspor Sumsel Merosot 19,23% Akibat Anjloknya Sektor Nonmigas [FOTO: NET].

JAKARTA — Rapor kinerja ekspor Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) di sepanjang periode Januari–Mei 2026 terpantau mengalami kemerosotan yang cukup signifikan. Tren penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh lesunya aktivitas pengiriman pada sektor nonmigas.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh Wahyu Yulianto memaparkan, perolehan nilai ekspor Sumsel selama kurun Januari–Mei 2026 menyentuh angka US$2,21 miliar, atau menyusut sebesar 19,23% jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut Wahyu, kemunduran tersebut selaras dengan melorotnya performa ekspor nonmigas yang tercatat hanya bertengger di angka US$1,99 miliar, nilai yang lebih rendah dari capaian periode serupa tahun lalu yang mampu menyentuh US$2,57 miliar.

“Secara kumulatif untuk sektor nonmigas mengalami penurunan signifikan mencapai 22,58%,” ujarnya, dikutip Jumat (3/7/2026).

Dilihat dari sektor lapangan usaha, seluruh lini bisnis utama menorehkan performa yang menurun. Penurunan paling drastis melanda lini pertambangan dan sektor lainnya yang merosot hingga 38,79%.

 Berikutnya, lini pertanian, kehutanan, serta perikanan ikut melemah 20,75%, sementara untuk lini industri pengolahan mengalami penyusutan sebesar 11,35%.

“Secara spesifik komoditasnya, batu bara ekspornya secara kumulatif turun tajam sebesar 38,79%, karet turun 19,62%, sedangkan komoditas pulp dari kayu justru naik 10,55%,” jelasnya.

Wahyu menguraikan lebih lanjut, target utama pasar ekspor dari Sumsel sejauh ini masih dikuasai oleh negara Cina dengan porsi persentase sebesar 36,89% dari total keseluruhan ekspor. 

Nilai transaksi ekspor ke negara tirai bambu tersebut menembus US$814,50 juta, dengan pasokan komoditas unggulan berupa pulp dari kayu, batu bara, serta komoditas karet beserta produk turunannya.

Urutan selanjutnya ditempati oleh negara India dengan torehan nilai ekspor mencapai US$229,73 juta. Beberapa komoditas andalan yang didistribusikan ke negara tersebut mencakup batu bara, karet beserta produk turunannya, serta produk bahan kimia anorganik.

“Sementara itu, Malaysia berada di peringkat ketiga dengan nilai ekspor US$180,96 juta. Adapun, komoditas yang mendominasi pengiriman ke negara tersebut antara lain batu bara, lemak dan minyak, serta kertas, karton, dan barang turunannya,” pungkasnya.

Terkini