KRL Bogor Bakal Operasikan Lebih Banyak Kereta 12 Rangkaian

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:35:31 WIB
KAI Siapkan KRL 12 Rangkaian di Bogor Line Mulai Juli 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — Kereta rel listrik alias KRL untuk lintas Bogor sedang bersiap menambah operasional armada dengan format 12 rangkaian atau SF12. Langkah ini sejalan dengan kebijakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang terus memacu peningkatan kapasitas pelayanan KRL di Stasiun Bogor melalui proyek pengembangan peron di jalur 6, 7, dan 8.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menuturkan, proyek perpanjangan ini disiapkan demi mendukung operasional armada KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12 pada lintas Bogor.

“Seiring tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dari Bogor dan kawasan penyangga menuju Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan data KAI sepanjang semester I/2026, Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan pergerakan penumpang KRL paling padat jika dibandingkan stasiun lain yang melayani operasional KRL Commuter Line Jabodetabek. 

Oleh sebab itu, penataan peron di jalur 6, 7, dan 8 menjadi elemen krusial untuk menyediakan kapasitas pelayanan yang jauh lebih besar, khususnya dalam memfasilitasi operasional armada KRL Commuter Line dengan format 12 kereta atau SF12.

Sepanjang periode Januari–Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat total 18.451.462 pergerakan penumpang KRL, yang terbagi atas 9.371.057 penumpang masuk (gate in) dan 9.080.405 penumpang keluar (gate out). Rata-rata lalu lintas penumpang KRL di Stasiun Bogor menyentuh kisaran 101.942 orang per hari.

Secara berkala setiap bulan, pergerakan penumpang KRL di Stasiun Bogor terpantau sebanyak 3.045.950 orang pada Januari, 2.665.471 pada Februari, 3.248.710 pada Maret, 3.139.775 pada April, 3.151.673 pada Mei, dan 3.199.883 pada Juni 2026. Angka tersebut memperlihatkan bahwa Stasiun Bogor secara konsisten menjadi pusat pergerakan utama bagi pengguna KRL sepanjang semester I/2026.

Dalam daftar lima stasiun dengan volume penumpang KRL tertinggi pada semester I/2026, Stasiun Bogor menempati peringkat teratas. 

Posisi selanjutnya diikuti oleh Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan penumpang, Stasiun Sudirman sebanyak 13.078.339 pergerakan penumpang, Stasiun Citayam dengan 11.465.614 pergerakan penumpang, serta Stasiun Bekasi dengan 11.425.878 pergerakan penumpang.

Anne memaparkan bahwa Bogor Line merupakan salah satu rute utama KRL Commuter Line yang melayani mobilitas masyarakat dari wilayah Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, hingga menuju ke Jakarta.

Selain Stasiun Bogor yang berada di urutan pertama, Stasiun Citayam juga berhasil menembus peringkat lima besar, sementara Stasiun Depok Baru, Bojonggede, Cilebut, dan Depok turut masuk dalam jajaran stasiun dengan pergerakan penumpang yang tinggi. Statistik ini semakin menegaskan urgensi peningkatan kapasitas pelayanan di lintas Bogor.

Proyek pengembangan yang tengah berjalan meliputi pekerjaan tahap persiapan, aspek struktur dan arsitektur, pemasangan sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP), penataan jalan rel, hingga pembenahan listrik aliran atas (LAA). 

KAI juga mendirikan overcapping atau atap pelindung di area peron untuk mendongkrak kenyamanan para penumpang ketika menanti kedatangan KRL, baik saat cuaca terik maupun ketika hujan turun.

Sebagai bagian dari rangkaian finalisasi proyek, KAI telah menggulirkan uji beban menggunakan unit lokomotif pada 29 Juni 2026 dan diteruskan dengan uji coba operasional armada KRL pada 1 Juli 2026.

 Prosedur ini ditempuh guna menjamin aspek keselamatan serta kualitas sarana-prasarana sebelum dioperasikan secara penuh. 

Saat ini, pengerjaan konstruksi sudah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing) dan uji operasional dilakukan secara paralel. Proyek pengembangan peron di jalur 6, 7, dan 8 yang telah digarap sejak 15 April 2026 ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 15 Juli 2026.

Terkini