Kemenperin Kirim Tim Wasdal Usai Ledakan Pabrik Herbal di Semarang

Jumat, 03 Juli 2026 | 22:22:01 WIB
Pabrik Herbal Semarang Meledak, Kemenperin Turunkan Tim Wasdal [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) sebagai tindakan kilat atas peristiwa ledakan serta kebakaran yang melanda pabrik PT Raw Botanical Nusantara, sebuah korporasi pemrosesan herbal di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Di dalam rilis resmi yang telah divalidasi di Jakarta, Jumat, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan skema tersebut ditempuh demi melangsungkan verifikasi di area kejadian, menghimpun data secara menyeluruh, serta menyokong jalannya proses penyelidikan terhadap pemicu kecelakaan kerja itu.

Peristiwa yang melanda pada Rabu (1/7/2026), berkisar pukul 09.30 WIB tersebut segera direspons oleh lembaga kementerian yang dinakhodainya lewat jalinan koordinasi bersama pihak manajemen perusahaan serta instansi terkait, kata dia.

Agus pun mengutarakan rasa keprihatinan yang mendalam atas bencana dimaksud, terkhusus atas timbulnya korban jiwa serta korban luka-luka. Menurut pandangannya, aspek keselamatan kerja wajib diposisikan sebagai hal yang paling utama dalam tiap roda operasional industri.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," ujar dia.

Sebagai langkah perwujudan, Agus mendelegasikan tugas kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika guna secepatnya memberangkatkan Tim Wasdal ke lokasi perkara.

Kelompok kerja tersebut mengemban mandat melakukan pembuktian lapangan, memetakan data secara komprehensif, serta menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum, jajaran pemerintah daerah, dan manajemen korporasi dalam rentetan investigasi.

Menilik pada catatan kronologi di fase awal, tanda-tanda overheat pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terdeteksi di sekitar pukul 09.30 WIB. Keadaan darurat itu lalu diikuti dengan meledaknya tabung sterilisasi yang bertempat di ruang produksi sektor belakang pada rentang waktu pukul 09.45 WIB sampai dengan 09.56 WIB.

Guncangan ledakan memantik kebakaran hebat dan berakibat pada ambruknya sebagian kerangka bangunan sebelum kobaran api berhasil dijinakkan oleh barisan petugas pemadam kebakaran pada kisaran pukul 12.00 WIB.

Tragedi ini menelan korban jiwa satu orang pekerja yang meninggal dunia, atas nama Muhammad Bryan Febryantoro, penduduk asal Mranggen, Demak. Di samping itu, tujuh orang pekerja lainnya mendapati luka bakar pada kategori ringan hingga sedang.

Segenap korban telah dievakuasi serta memperoleh perawatan medis secara intensif di RSUD dr. Adhyatma, MPH.

Lebih jauh, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengemukakan perkiraan awal pemicu ledakan tersebut ialah adanya disfungsi pada komponen tabung sterilisasi lantaran lonjakan temperatur serta tekanan yang melebihi batas rancangan kapasitas peranti.

Untuk waktu sekarang, seluruh jalannya aktivitas produksi di dalam pabrik itu disetop untuk sementara waktu demi menyokong kelancaran proses investigasi.

"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," kata Putu.

Pihak Kemenperin memastikan bakal senantiasa mengamati dinamika penyelidikan tersebut secara intens berbarengan dengan lembaga terkait.

Bukan hanya itu, segenap pelaku usaha industri manufaktur di wilayah Indonesia diimbau untuk menjalankan kontrol serta kalibrasi secara berkala pada mesin-mesin maupun sarana produksi demi mengantisipasi berulangnya kecelakaan serupa.

Terkini