SPMB SMP Negeri Kota Yogyakarta 2026 Diwarnai Lonjakan Nilai

Kamis, 02 Juli 2026 | 23:19:31 WIB
Nilai Masuk SMP Negeri di Jogja Naik, Disdikpora Ungkap Pemicunya [FOTO: NET].

JAKARTA - Kompetisi memperebutkan kursi SMP Negeri lewat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili daerah di Kota Yogyakarta tahun ajaran 2026/2027 bukan hanya berjalan semakin sengit, melainkan juga diwarnai oleh lonjakan capaian nilai para calon siswa.

 Situasi ini mengakibatkan batas nilai paling rendah yang dapat lolos di beberapa SMP Negeri ikut merangkak naik jika disandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori membenarkan bahwa rerata nilai pendaftar yang masuk ke dalam sistem penyaringan tahun ini memuat angka yang lebih tinggi daripada tahun lalu. 

Menurut pandangannya, salah satu pemicunya adalah penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) yang dirasa lebih mudah dipenuhi oleh para peserta jika dibandingkan dengan instrumen Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) yang diterapkan pada periode terdahulu.

Budi menguraikan, dalam penyaringan jalur domisili daerah, porsi nilai TKA dan TKAD mendominasi hingga menyentuh 90 persen.

 Di lain pihak, nilai rapor sekadar berkontribusi sebesar 10 persen. Kondisi ini menjadikan hasil capaian TKA dan TKAD sebagai faktor penentu utama yang memengaruhi peluang calon murid untuk mendapatkan jatah kursi dari kuota jalur domisili daerah.

"Sebenarnya yang paling penting kan nilai, nilai paling utama. Kalau nilainya sama, baru siapa yang mengaktivasi akun lebih dulu yang diperhitungkan. Tapi, itu kan berlaku untuk nilai yang sama di batas terbawah," kata Budi, dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (2/6/2026).

Meningkatnya capaian nilai para peserta memberikan dampak langsung pada naiknya ambang batas nilai terendah yang diterima di sejumlah SMP Negeri Kota Yogyakarta. 

Menilik data Disdikpora sampai Rabu (1/7/2026) pukul 14.40 WIB, angka tertinggi di SMP Negeri 5 Yogyakarta menembus 297,82. Sementara itu, angka paling rendah yang masih dapat tertampung di sekolah dimaksud berada pada level 271,11. Adapun ambang batas nilai terendah yang masih bisa masuk di seluruh SMP Negeri Kota Yogyakarta pada waktu tersebut berada di SMP Negeri 3 Yogyakarta, yakni senilai 218,93.

Di sisi berbeda, ketatnya rivalitas ini turut dirasakan oleh para orang tua calon murid. Salah satunya adalah Mahadevi yang mengungkapkan bahwa perbedaan nilai yang teramat tipis dapat menggeser posisi calon siswa dalam jurnal seleksi.

"Tahun ini nilai anak-anak tinggi banget, rata-rata di atas 250. Jadi nilai 250 itu kayak nilai rata-rata, cuma di tengah-tengah saja. Nah, di SMP 9 kemarin, selisih yang kegeser itu cuma sedikit, beda koma saja langsung mental," jelasnya.

Melalui meningkatnya perolehan angka pendaftar serta dominasi porsi TKA/TKAD di dalam proses penyaringan, perebutan kursi SMP Negeri di Kota Yogyakarta pada tahun ini menjelma menjadi semakin kompetitif. Perbedaan angka yang teramat tipis sekalipun dapat memastikan peluang lolosnya calon siswa di sekolah yang dituju.

Terkini