Ini Daftar Lengkap Asumsi Makro serta Postur RAPBN 2027

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:31:01 WIB
DPR dan Prabowo Sepakati Asumsi Makro dan Postur APBN 2027 [FOTO: NET].

JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memaparkan asumsi dasar ekonomi makro serta postur RAPBN 2027 yang telah disetujui oleh pihak legislatif bersama pemerintah. Target untuk pertumbuhan ekonomi 2027 dipatok maksimal 6,5%, defisit APBN paling tinggi 2,4%, dan rasio utang diposisikan di atas 40%.

Poin-poin tersebut dipaparkan oleh Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Wihadi Wijanto lewat laporan Banggar DPR atas Hasil Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2027 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027, pada Rapat Paripurna DPR ke-23 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025—2026, Kamis (2/7/2026).

Wihadi menguraikan bahwa tajuk Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 ialah akselerasi pertumbuhan berkualitas lewat produktivitas investasi dan industri. Tajuk tersebut dijabarkan melalui sejumlah sasaran serta indikator pembangunan.

"Sasaran pembangunan, untuk pertumbuhan ekonomi, target tahun 2027 5,8% sampai 6,5%. Gross national income per capita target US$5.800 sampai US$5.840, gross national income per capita dalam rupiah adalah Rp96,4 juta," ujar Wihadi pada Kamis (2/7/2026).

Ia pun mengutarakan target untuk tingkat kemiskinan 2027 berada di angka 6,0%—6,5%. Di lain sisi, angka kemiskinan ekstrem dipatok menyentuh 0% pada 2027. 

Rasio indeks gini 2027 dibidik pada angka 0,362—0,367. Selanjutnya, sasaran untuk tingkat pengangguran terbuka 2027 ialah sebesar 4,30%—4,87%.

DPR bersama pemerintah menyetujui proporsi pembukaan lapangan kerja formal pada tahun 2027 sanggup menyentuh 40,81%. Kemudian, pembukaan lapangan kerja baru di tahun 2027 ditargetkan mampu menggaet 2,57 juta—34,9 juta orang.

"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kehilangan makna jika tidak sejalan dengan target kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari seluruh gerak pembangunan nasional," ujar Wihadi.

Wihadi turut membeberkan asumsi dasar ekonomi makro beserta postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. 

Asumsi makro yang disetujui Banggar bersama pemerintah cenderung identik dengan apa yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto sewaktu pidato perdana di Rapat Paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5/2026). 

Pergeseran asumsi makro cuma dijumpai pada target lifting minyak mentah serta gas bumi, yang mana dipatok lebih tinggi daripada paparan Prabowo.

Berikut rincian lengkap asumsi makro beserta postur APBN 2027 yang disetujui oleh Banggar DPR bersama Pemerintah:

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027

Pertumbuhan ekonomi: 5,8%–6,5%

Inflasi: 1,5%–3,5%

Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5%–7,3%

Nilai tukar: Rp16.800–17.500 per dolar AS

Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$70–95/barel

Lifting minyak mentah (RBPH): 605-620

Lifting gas bumi (RBSMPH): 951-990

Postur APBN 2027

Pendapatan negara: 12,01–12,40 (%PDB)

Perpajakan: 10,16–10,50 (%PDB)

PNBP: 1,85–1,89 (%PDB)

Hibah: 0,002–0,003 (%PDB)

Belanja negara: 13,81–14,80 (%PDB)

Belanja Pemerintah Pusat: 11,26–12,01 (%PDB)

Transfer ke Daerah: 2,55–2,79 (%PDB)

Keseimbangan Primer: 0,45–(0,14) (%PDB)

Defisit: 1,80–2,40 (%PDB)

Pembiayaan Investasi: (0,50–0,90) (%PDB)

Rasio Utang: 40,31–40,64 (%PDB)

Terkini