Prabowo: Kritik Penting dalam Demokrasi tapi Jangan Dibajak Asing

Rabu, 01 Juli 2026 | 21:01:01 WIB
Presiden Prabowo: Hormati Kritik, Jaga Demokrasi dari Modal Asing [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah menghargai kritik selaku bagian krusial dalam kehidupan berdemokrasi. Akan tetapi, Prabowo memberikan peringatan supaya demokrasi di Indonesia tidak dimanfaatkan demi kepentingan pemilik modal ataupun pihak asing yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo sewaktu memberikan amanat saat Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).

"Saudara-saudara sekalian, kami terus membangun kehidupan demokrasi kami. Kami menghormati kritik, kritik sangat penting, kami butuh kritik untuk mengingatkan kami, kami butuh kritik untuk memperbaiki diri kami," tutur Prabowo.

Walau begitu, Presiden memberi penekanan bahwa keamanan demokrasi pun wajib dijaga supaya proses demokrasi tetap berjalan selaras dengan kepentingan nasional.

"Tapi keamanan demokrasi juga harus kami jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kami dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," katanya.

Prabowo juga mewanti-wanti supaya perbedaan pandangan di dalam demokrasi tidak meluas menjadi konflik yang memecah belah warga. Berdasarkan penuturannya, seluruh rakyat Indonesia ialah bagian dari satu bangsa yang wajib mempertahankan persatuan.

"Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kami adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kami harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kami harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kami," ujarnya.

Menurut Prabowo, keseimbangan antara kebebasan berekspresi, penegakan hukum, serta pemeliharaan ketertiban menjadi fondasi krusial bagi penguatan demokrasi Indonesia yang berlandaskan nilai persatuan, toleransi, dan kepentingan nasional.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara memberikan penekanan khusus terhadap peran Kepolisian Negara Republik Indonesia selaku penjaga demokrasi. Prabowo meminta Polri mampu menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga ketertiban umum dan supremasi hukum.

"Polri harus menjaga, penjaga demokrasi, harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa, menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai, dan pada saat yang sama menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," kata Prabowo.

Terkini