JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero), sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di industri konstruksi, konsisten memacu perwujudan pembangunan fisik Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dengan misi menyokong ketahanan pangan, ketersediaan air baku, beserta pengadaan energi baru terbarukan.
“Melalui percepatan penyelesaiannya, kami berharap bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mendukung energi baru terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gorontalo," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (26/06/2026).
Bendungan Bulango Ulu dikategorikan ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional yang memegang peranan krusial dalam memperkukuh ketahanan pangan nasional. Hingga saat ini, capaian pengerjaan fisiknya dilaporkan sudah menyentuh angka 94,99 persen, ucapnya mengimbuhkan.
Infrastruktur Bendungan Bulango Ulu mengantongi daya tampung volume hingga 140,95 juta meter kubik disertai kapasitas volume efektif sebesar 58,61 juta meter kubik.
Pascaresmi dioperasikan kelak, dalam penjelasannya, infrastruktur air tersebut diproyeksikan sanggup menyuplai air untuk sekitar 4.950 hektare kawasan lahan pertanian lewat Daerah Irigasi Alale, Lomaya, dan Pilohayanga demi mendongkrak produktivitas sektor agraria di wilayah Gorontalo.
Di samping itu, ia mengutarakan bahwa bendungan tersebut diproyeksikan mampu memasok kebutuhan air baku berkapasitas 2,2 meter kubik per detik guna mencukupi keperluan domestik rumah tangga maupun sektor industri.
Bukan sekadar menyokong ketahanan di sektor pangan, eksistensi Bendungan Bulango Ulu diestimasikan andal dalam menekan risiko ancaman banjir pada area hilir Sungai Bolango hingga melampaui angka 80 persen, sekaligus memproduksi daya listrik ramah lingkungan via Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkekuatan 4,96 Megawatt.
Area genangan pada bendungan ini juga menyimpan potensi menjanjikan untuk diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata baru serta sentra kegiatan olahraga air yang mampu memantik roda perekonomian warga lokal.
Menilik pada aspek teknisnya, pengerjaan proyek tersebut mengadopsi metode teknologi urugan batu berinti tegak (rockfill dam with vertical core) dengan sokongan struktur spillway, terowongan pengelak, beserta sarana hidromekanikal berspesifikasi standar tinggi.
Ia menandaskan bahwa implementasi inovasi di bidang konstruksi pada proyek tersebut bahkan sukses menorehkan prestasi berupa Rekor MURI atas kepemilikan terowongan spillway bertipe Free Over Flow Elevated yang memiliki derajat kemiringan paling tinggi sekaligus bentang terlebar di tanah air.
Dian mengimbuhkan pula bahwa indikator kesuksesan dari realisasi proyek infrastruktur tidak hanya ditakar berlandaskan aspek fisiknya semata, melainkan turut ditentukan oleh kualitas tata kelola yang diimplementasikan sepanjang proses pengerjaan berjalan.
“Bendungan Bulango Ulu kami bangun dengan mengedepankan integritas, keberlanjutan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan," ujar dia.