Intip Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini

Kamis, 25 Juni 2026 | 19:17:31 WIB
Rupiah Diproyeksi Lesu Imbas Sentimen Global dan Domestik [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah diproyeksikan bakal kembali menyudahi sesi perdagangan dengan koreksi melemah pada rentang Rp17.950 hingga Rp18.020 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Kamis (25/6/2026). 

Sebagai catatan komparasi, mata uang garuda ditutup melorot sebanyak 0,52 persen atau setara 93 poin mengarah ke level Rp17.952 per dolar AS dalam sesi perdagangan Rabu (24/6/2026). Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau merangkak naik 0,17 persen menuju posisi 101,57.

Menurut pandangan pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, fluktuasi pergerakan rupiah disetir oleh kombinasi beberapa katalis eksternal dan internal. 

Dari lanskap global, para pelaku pasar tengah menyoroti perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah. Kabar teranyar menyebutkan bahwa otoritas Washington mengulurkan relaksasi sanksi selama 60 hari kepada Teheran pasca-bergulirnya dialog perdamaian awal.

"Ketidakpastian tetap ada mengenai keberlanjutan kesepakatal tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran telah menyetujui inspeksi nuklir hingga tak terbatas, sementara Teheran mengatakan bahwa mereka tidak membuat konsesi seperti itu dalam negosiasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Di samping eskalasi konflik, kalangan investor juga menanti arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed. Ibrahim menjabarkan, para pelaku pasar melihat adanya indikasi probabilitas yang jauh lebih kuat perihal pengetatan instrumen kebijakan The Fed dalam beberapa bulan mendatang, berkaca pada hasil rapat kebijakan pekan lalu serta pernyataan bernada agresif (hawkish) dari para jabatannya.

Pasar mengalkulasikan potensi kenaikan tingkat suku bunga berkisar 70 persen pada bulan September nanti, dan mengantisipasi secara penuh kans kenaikan berikutnya pada bulan Desember.

Sementara dari sektor domestik, sentimen pasar merespons positif keputusan MSCI yang menangguhkan proses evaluasi aksesibilitas pasar Indonesia hingga November mendatang.

 Perpanjangan masa peninjauan ini menyusul keraguan yang mengemuka pada awal tahun ini menyangkut akses pasar, di mana penyedia indeks sempat membekukan perubahan pada indeks saham Indonesia di bulan Januari imbas kendala aspek kelayakan investasi (investability).

Dari instrumen makroekonomi, pihak pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi dengan nilai total Rp26,34 triliun pada paruh kedua tahun 2026 sebagai strategi taktis meredam peningkatan dinamika ketidakpastian global, sekaligus menjaga ritme pertumbuhan ekonomi nasional.

"Berbagai kebijakan tersebut disiapkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik di tengah perkembangan geopolitik internasional yang masih berpotensi menimbulkan tekanan terhadap perekonomian dunia," tandasnya.

Catatan Timeline Pergerakan Pasar

Pukul 15:15 WIB: Rupiah Ditutup Turun Dekati Rp18.000 

Indeks dolar AS (DXY) terpantau melorot 0,10 persen menuju area 101,51 dalam penutupan pasar Kamis (25/6/2026). Pada momen yang sama, nilai tukar mata uang rupiah justru menguat tipis 0,05 persen atau naik 9 poin ke level Rp17.943 per dolar AS.

Pukul 11:35 WIB: Rupiah Menguat 0,14% 

Nilai tukar mata uang garuda menguat sebesar 0,14 persen atau naik 25 poin menjadi Rp17.925 per dolar AS pada perdagangan tengah hari ini.

Pukul 09:19 WIB: Rupiah Dibuka Lesu 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengawali perdagangan dengan pelemahan ke level Rp17.952 pada sesi pembukaan hari ini, Kamis (25/6/2026). Di waktu yang berbarengan, mata uang greenback turut mencatatkan koreksi pelemahan.

Rupiah mengawali perdagangan dengan penurunan sebesar 93 poin atau melemah 0,52 persen ke posisi Rp17.952 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah sebesar 0,05 persen mengarah ke level 101,56.

Terkini