Sidang Munas-Konbes NU 2026 Memanas Bahas Lokasi Muktamar ke-35

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:11:32 WIB
Bahas Tuan Rumah Muktamar ke-35, Peserta Munas-Konbes NU Bersitegang [FOTO: NET].

JAKARTA - Rapat pleno untuk menentukan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 berlangsung dalam suasana yang gaduh dan penuh ketegangan. Alhasil, keputusan resmi mengenai lokasi acara tersebut belum dapat ditetapkan dan disepakati.

Peristiwa ini terjadi dalam rangkaian Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. 

Berdasarkan rekaman video yang tersebar di media sosial, sejumlah peserta tampak bereaksi keras karena adanya anggapan bahwa lokasi Muktamar NU telah diputuskan di Pondok Pesantren Lirboyo. 

Padahal, forum belum mengeluarkan keputusan apa pun terkait pemilihan tuan rumah perhelatan akbar tersebut. Ketegangan sempat memicu aksi saling dorong yang mengharuskan petugas keamanan bertindak sebelum situasi kembali kondusif.

Rais Syuriyah PBNU Kalimantan Timur, Muhammad Ali Kholil, menjelaskan bahwa kericuhan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antarpeserta.

"Kesalahpahaman saja. Tentang tempat Muktamar, kemudian segera diketok palu bahwa itu di Lirboyo. Padahal masih belum, karena ini nanti masih akan dibahas di internal PBNU," ujar Ali seusai sidang.

Terdapat lima daerah yang mencalonkan diri menjadi tuan rumah, yakni Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat. 

Forum memberikan syarat utama agar lokasi penyelenggaraan berada di lingkungan pondok pesantren dengan santri aktif.

"Belum final [keputusan lokasi Muktamar NU ke-35] karena banyak yang menginginkan tempat Muktamar ini di NTB, Jawa Barat, Jakarta, termasuk juga Sumatera Barat. Cuma arahannya tadi, tempat ini harus ada di pondok pesantren yang punya santrinya," ungkapnya.

Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU 2026, Prof. Muhammad Nuh, menegaskan bahwa PBNU akan membentuk tim khusus untuk menilai kandidat lokasi Muktamar yang dijadwalkan pada 1–5 Agustus 2026. Penilaian akan mencakup aspek sarana prasarana, keamanan, kesiapan pembiayaan, serta pertimbangan spiritual.

"Tempatnya sudah ada beberapa usulan, mulai dari NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatra Barat. Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review terhadap tempat-tempat itu," ungkap Nuh.

Mengenai aspek spiritual, Nuh menegaskan bahwa poin tersebut selalu menjadi sentral dalam setiap keputusan strategis NU.

"NU selalu pada akhirnya menggunakan pertimbangan spiritual, termasuk ketika menetapkan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai lokasi penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026," pungkasnya.

Terkini