Inpres Jalan Daerah Selesai, 1.151 Km Jalan Dibangun Rp5,41 Triliun

Selasa, 23 Juni 2026 | 17:58:31 WIB
Pemerintah Rampungkan 1.151 Km Jalan Daerah Senilai Rp5,41 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp5,41 triliun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 mengenai Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan serta peningkatan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang mencakup 37 provinsi di Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat melaporkan kegiatan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). 

Dody menyebutkan bahwa pembangunan jalan daerah merupakan elemen krusial untuk menyokong visi pemerintah dalam mencapai swasembada pangan, energi, dan air sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo.

“Kementerian Pekerjaan Umum mengambil peran strategis untuk memastikan infrastruktur konektivitas hadir sebagai penyokong utama dan urat nadi sistem logistik nasional,” kata Dody.

Dia menjelaskan, program Inpres Jalan Daerah ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan produksi dengan pasar, menghubungkan jalan daerah ke jalan nasional, serta mempermudah akses ke pusat pelayanan publik.

“Capaian nasional Inpres Jalan Daerah tahun 2025 meliputi 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan investasi APBN sebesar Rp5,41 triliun,” ujarnya.

Dody memastikan bahwa seluruh proyek telah rampung 100 persen dan sudah siap digunakan oleh masyarakat. Pembangunan ini ditargetkan mampu memperlancar rantai pasok pangan serta menekan biaya logistik nasional. 

Salah satu ruas yang diresmikan oleh Presiden Prabowo adalah Jalan Kedundung–Bringkoning di Kabupaten Sampang dengan panjang 1,5 kilometer dan lebar tujuh meter senilai Rp14 miliar.

Dody mengungkapkan bahwa pembangunan jalan dengan lebar tujuh meter tersebut merupakan instruksi langsung Presiden guna menjamin keamanan dan kenyamanan mobilitas kendaraan.

“Jalan daerah yang dibangun saat ini mampu dilewati dua kendaraan secara berpapasan. Sebelumnya, sebagian ruas jalan hanya memiliki lebar sekitar tiga hingga empat meter sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jalan yang lebih lebar dan berkualitas telah meningkatkan efisiensi transportasi hingga dua kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya. Dody menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kini dilakukan secara merata ke pelosok daerah.

“Infrastruktur jalan yang diresmikan hari ini merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguat konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah,” kata Dody.

Terkini