Kadin Apresiasi Kenaikan BI Rate Demi Jaga Stabilitas Ekonomi

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:20:01 WIB
Dukung Stabilitas Ekonomi, Kadin Apresiasi Kebijakan Suku Bunga BI [FOTO : NET].

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memandang langkah Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan suku bunga acuan atau BI Rate sebagai kebijakan yang krusial untuk memelihara stabilitas ekonomi nasional.

“Kami optimistis bisa melewati situasi ini. Tanda-tanda perbaikan sudah mulai terlihat. Kenaikan suku bunga yang dilakukan BI memang ditujukan untuk menjaga stabilitas dan kami mengapresiasi langkah tersebut,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam pernyataan di Jakarta, Jumat (19/6).

Anin, sapaan akrab Anindya, menyatakan kesiapan Kadin dalam memperkuat kolaborasi dengan BI hingga ke level daerah untuk mendukung agenda pembangunan ekonomi. 

Dengan jaringan yang menjangkau 514 kabupaten dan kota, dunia usaha berkomitmen berkontribusi pada peningkatan investasi, ekspor, hilirisasi, serta penguatan sektor UMKM.

Ia menambahkan, pelaku usaha terus berupaya menggenjot ekspor guna memperbesar surplus perdagangan dan menambah cadangan devisa, sekaligus mendorong investasi asing untuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri.

“Kami melihat optimisme tetap ada. Tantangan memang besar, tetapi peluang juga terbuka lebar. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, BI, perbankan, dan dunia usaha, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Anin.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan komitmen BI dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan nasional, serta siap mengerahkan segala instrumen kebijakan guna mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pesan kami sederhana. Pertama, optimistis. Kedua, BI all out menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Kementerian Keuangan, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),” ujar Perry.

Menurut Perry, BI senantiasa menerapkan pendekatan yang pro-bisnis, baik bagi industri keuangan, perbankan, maupun sektor riil. 

Didukung oleh 46 kantor perwakilan di seluruh Indonesia, BI siap mempererat sinergi dengan Kadin hingga ke daerah demi menggerakkan investasi, ekspor, industri pengolahan, serta UMKM.

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen, diikuti kenaikan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Terkini