Kemdiktisaintek dan Flinders University Perkuat Kolaborasi Riset

Jumat, 19 Juni 2026 | 17:34:31 WIB
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang penguatan kerja sama pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset dengan Flinders University, Australia Selatan. 

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, mengapresiasi hubungan yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia, serta menegaskan pentingnya kolaborasi yang nyata antar komunitas akademik kedua negara.

Dirjen Najib menyampaikan bahwa Australia merupakan tujuan studi yang diminati mahasiswa Indonesia, dan hubungan ini terus berkembang melalui riset serta pengembangan kapasitas SDM. 

Berdasarkan data per April 2026, tercatat terdapat 913 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Australia dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), hingga Implementation Arrangement (IA), yang mencakup penelitian bersama, program gelar ganda, hingga pertukaran mahasiswa. 

Selain itu, kedua negara telah menjalankan program pendanaan riset seperti Kolaborasi untuk Pengetahuan, Inovasi, dan Teknologi Australia–Indonesia (Koneksi) yang berfokus pada transisi energi, transformasi digital, serta isu kesehatan dan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Vice-Chancellor dan President Flinders University, Colin Stirling, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat hubungan dengan institusi di Indonesia. 

Stirling menyampaikan ketertarikan untuk memperluas kolaborasi tidak hanya di bidang pendidikan tinggi, tetapi juga pada bidang sains, teknologi, serta pengembangan talenta masa depan. 

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Australia Selatan juga memaparkan inisiatif untuk memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, dunia industri, dan ekosistem inovasi di berbagai bidang strategis seperti kesehatan, ketahanan pangan, dan mineral kritis.

Terkini