JAKARTA — Koreksi tajam terjadi pada saham-saham sektor perbankan selama tahun 2026, yang menyebabkan valuasinya terdiskon hingga pertengahan tahun ini. Lantas, saham bank apa saja yang menarik untuk diperhatikan?
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memaparkan bahwa koreksi saham bank saat ini lebih didorong oleh faktor makro, seperti pelemahan nilai tukar rupiah, peningkatan suku bunga, serta arus keluar dana asing, ketimbang penurunan pada fundamental perbankan.
“Secara fundamental, bank-bank besar masih mencatat profitabilitas yang kuat dengan ROE di atas 15% dan kualitas aset yang relatif terjaga,” ungkap Reza, Selasa (16/6/2026). Namun, menurut Reza, pasar melakukan de-rating akibat adanya kenaikan premi risiko di Indonesia.
Mengenai valuasi, Reza menilai saham-saham bank saat ini cukup menarik. Per 15 Juni 2026, BBNI tercatat diperdagangkan pada PBV 0,88x dan PER 6,9x, BMRI pada PBV 1,38x dan PER 7,2x, serta BBRI pada PBV 1,34x dan PER 7,7x.
“Level tersebut berada di bawah rata-rata historisnya dan mencerminkan sebagian besar sentimen negatif yang ada saat ini,” jelas Reza.
Terkait pilihan saham, BRI Danareksa Sekuritas lebih mengunggulkan BMRI sebagai top pick karena menawarkan perpaduan antara valuasi murah, profitabilitas tinggi, serta eksposur kredit yang lebih seimbang.
Selanjutnya, BBRI dianggap menarik bagi investor jangka panjang, sementara BBNI menjadi pilihan bagi investor yang mengincar potensi re-rating terbesar karena memiliki valuasi paling terjangkau di antara bank-bank besar lainnya.