BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem dan Bencana di Sumatera Utara

Kamis, 18 Juni 2026 | 19:04:01 WIB
Waspada Cuaca Ekstrem di Sumut, BMKG Ingatkan Potensi Bencana [FOTO : NET].

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, berupa hujan lebat yang disertai petir serta angin kencang di Sumatera Utara pada Jumat (19/6/2026) yang berisiko memicu bencana.

"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir di wilayah pegunungan, pantai timur, lereng timur dan lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Putri Diana di Medan, Kamis.

Ia menyatakan, cuaca di Sumatera Utara pada Jumat (19/6/2026) pagi umumnya berawan, namun terdapat potensi hujan intensitas sedang di wilayah Padanglawas Utara, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, serta Labuhanbatu Selatan.

Sedangkan pada siang hingga sore hari, diperkirakan terjadi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Sumatera Utara. Intensitas hujan lebat berpotensi turun di Medan, Dairi, Deli Serdang, Karo, dan Binjai.

Pada malam hari, hujan ringan hingga lebat berpeluang terjadi di Medan, Dairi, Deli Serdang, Karo, Binjai, dan Langkat. Sementara saat dini hari, cuaca berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara.

Suhu udara rata-rata mencapai 33 derajat Celcius dengan kelembapan antara 67 hingga 99 persen, serta angin yang berhembus dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 5 sampai 20 km per jam.

Pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan selama sepekan terakhir masih berlangsung akibat pemanasan udara yang kuat di permukaan saat siang hari serta kondisi atmosfer yang cenderung labil.

Di samping itu, adanya daerah belokan angin yang melintasi wilayah pantai timur, lereng timur, dan lereng barat Sumatera Utara turut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

Selama sepekan ke depan, cuaca di Sumatera Utara masih dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan belokan angin.

Selain itu, suhu permukaan laut di Selat Malaka dan perairan barat Sumut yang cukup hangat menyebabkan asupan massa udara basah masih berlimpah. 

Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer yang terpantau cukup labil di Sumatera Utara juga mendukung proses konvektif serta terjadinya hujan yang bersifat lokal.

Terkini