HGII Bagikan Dividen Rp2,79 Miliar dan Siapkan Ekspansi Proyek EBT

Senin, 15 Juni 2026 | 04:07:12 WIB
PT Hero Global Investment Tbk (HGII) [FOTO : NET].

JAKARTA - Korporasi PT Hero Global Investment Tbk (HGII) merealisasikan pembagian dividen tunai senilai Rp2,79 miliar yang bersumber dari perolehan laba bersih tahun buku 2025. 

Pada momentum yang sama, perusahaan emiten di sektor energi terbarukan ini pun tengah mematangkan serangkaian agenda ekspansi guna memperkokoh portofolio infrastruktur pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sepanjang tahun 2026.

Langkah kebijakan tersebut resmi disepakati dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Kamis (11/6/2026). 

Melalui rapat dimaksud, para pemegang saham memberikan persetujuan atas pembagian dividen tunai di angka Rp4,3 per lembar saham atau setara dengan porsi 16% dari akumulasi laba bersih tahun buku 2025. 

Total nilai dividen yang dialokasikan menyentuh Rp2,795 miliar, sedangkan sisa bagian laba bakal dimanfaatkan untuk memperkokoh struktur permodalan sekaligus menyokong agenda pengembangan usaha perseroan.

Direktur Utama HGII Robin Sunyoto memaparkan, agenda pembagian dividen ini merepresentasikan kondisi performa perseroan yang senantiasa terjaga dengan baik, sekaligus memperlihatkan rasa optimistis terhadap prospek roda bisnis di masa mendatang.

"Perseroan mengapresiasi kepercayaan dan dukungan seluruh pemegang saham. Persetujuan pembagian dividen pada tahun ini merupakan cerminan kinerja perseroan yang solid serta keyakinan terhadap prospek usaha ke depan," ujar Robin dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).

Bersandarkan pandangannya, pihak perseroan bakal konsisten mengawal laju pertumbuhan yang berkesinambungan lewat langkah peningkatan efisiensi operasional serta penguatan nilai tambah peruntukan segenap pemangku kepentingan.

Hingga saat ini, HGII mengelola operasional dua unit pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), yaitu PLTM Parmonangan-1 yang berkapasitas 9 megawatt (MW) serta PLTM Parmonangan-2 dengan kapasitas 10 MW di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. 

Kedua infrastruktur pembangkit tersebut dilaporkan telah beroperasi secara penuh berlandaskan skema Power Purchase Agreement (PPA) bersama pihak PT PLN (Persero).

Di samping itu, perusahaan juga mendekap porsi kepemilikan saham minoritas pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu di wilayah Riau dengan kapasitas daya 3 MW. 

Selaras dengan merangkak naiknya keperluan energi bersih di kancah nasional, HGII mengincar peluang pertumbuhan lewat pengerjaan proyek-proyek baru di sektor EBT.

Pihak perseroan mengonfirmasi saat ini sedang mengambil bagian dalam proses lelang pengerjaan proyek PLTM di kawasan Sumatera Utara serta proyek infrastruktur pembangkit listrik tenaga bioenergi di wilayah Kalimantan Barat. 

Robin menilai kehadiran Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 membuka kesempatan yang sangat lapang untuk para pengembang energi terbarukan, terkhusus pada sektor tenaga air.

"Energi hidro adalah segmen yang kami kuasai secara mendalam, baik dari sisi teknis, operasional, maupun kemitraan dengan PLN. RUPTL 2025-2034 membuka ruang yang sangat besar bagi HGII untuk tumbuh bersama kebutuhan energi bersih nasional," katanya.

Pihak manajemen memberikan penegasan bahwa setiap kesempatan investasi serta proyek yang diikuti bakal ditinjau secara ketat dan selektif guna menggaransi keselarasan dengan peta strategi jangka panjang perusahaan. 

Lewat penerapan metode tersebut, HGII berharap sanggup memperluas portofolio pembangkit energi terbarukan sekaligus mengawal pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan di tengah laju percepatan transisi energi nasional.

Terkini