Meski Bunga Menarik, KB Bank Pastikan Pembelian SRBI Selektif

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:57:01 WIB

JAKARTA - PT Bank KB Tbk (KB Bank) menegaskan bahwa arah kebijakan kepemilikan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ke depan akan tetap bersifat selektif dan adaptif. 

Penempatan dana pada instrumen ini akan disesuaikan dengan kondisi likuiditas, perkembangan penyaluran kredit, serta dinamika pasar keuangan terkini. 

Saat ini, SRBI menjadi instrumen yang diminati perbankan dengan tawaran bunga di kisaran 7,1%–8,65%.

Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Darma Lie, menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, porsi kepemilikan SRBI berpotensi meningkat. 

Hal ini didorong oleh imbal hasil yang kompetitif serta fungsinya sebagai instrumen penjaga likuiditas di tengah pertumbuhan permintaan kredit yang masih moderat. 

Hingga Mei 2026, nilai surat berharga KB Bank tercatat mencapai Rp 20,01 triliun, tumbuh 6,09% secara tahunan (year-on-year).

Namun, Kunardy mengungkapkan bahwa dalam jangka menengah, KB Bank siap mengurangi porsi SRBI jika ekspansi kredit perbankan mulai menunjukkan penguatan signifikan. 

Dalam skenario tersebut, dana yang saat ini ditempatkan pada SRBI akan dialihkan untuk mendanai sektor-sektor produktif. "Proyeksi kepemilikan SRBI ke depan bersifat selektif dan adaptif," ujar Kunardy kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Strategi pengelolaan aset ini tidak bersifat tetap, melainkan akan terus menyesuaikan diri dengan kebijakan moneter Bank Indonesia, tren suku bunga global, serta persaingan penghimpunan dana di pasar domestik. 

Melalui pendekatan ini, KB Bank berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas likuiditas, profitabilitas, dan komitmen perseroan dalam mendukung pertumbuhan pembiayaan nasional.

Terkini