BI dan PBOC Resmikan QRIS Cross Border: Transaksi Ritel Kini Lebih Mudah

Kamis, 11 Juni 2026 | 07:29:31 WIB
Bank Indonesia (BI). (Foto: NET)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) bersama People's Bank of China (PBOC) secara resmi memperkenalkan implementasi pembayaran QR lintas batas atau QRIS Cross Border pada Kamis (11/6) di Shanghai, China. 

Dengan peluncuran ini, masyarakat Indonesia maupun wisatawan kini dapat memanfaatkan QRIS untuk bertransaksi saat berada di China, begitu pula sebaliknya. Inisiatif tersebut diyakini mampu menyederhanakan transaksi ritel antarnegara serta memperkokoh konektivitas ekonomi digital di antara kedua negara.

Mengacu pada siaran pers Bank Indonesia yang diterbitkan Kamis (11/6/2026), sistem pembayaran QR lintas batas ini didukung oleh kerangka Local Currency Transaction (LCT). Skema tersebut memungkinkan transaksi ritel lintas negara berlangsung dengan lebih praktis, cepat, efisien, inklusif, dan andal.

Peluncuran ini juga meningkatkan cakupan penyedia jasa sistem pembayaran yang memfasilitasi transaksi QR lintas batas. Saat ini, sebanyak 191 penyedia jasa sistem pembayaran di Tiongkok dan 24 penyedia di Indonesia telah terlibat dalam implementasi tersebut. 

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sinergi moneter serta keuangan antara Indonesia dan Tiongkok di tengah integrasi ekonomi global yang terus berkembang.

Menurut BI, kolaborasi ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan keuangan masing-masing negara, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas keuangan regional melalui pemanfaatan mata uang lokal secara lebih luas serta penguatan infrastruktur keuangan.

"Kerja sama ini sekaligus mendukung upaya kedua bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui perluasan penggunaan mata uang lokal dan penguatan infrastruktur keuangan," tulis BI dalam siaran persnya, Kamis (11/6/2026).

Secara keseluruhan, peluncuran pembayaran QR lintas batas ini merupakan pencapaian penting dalam kerja sama Bank Indonesia dan PBOC untuk mendorong integrasi sistem pembayaran yang lebih efisien, sekaligus mendukung hubungan ekonomi serta perdagangan yang semakin erat antara Indonesia dan Tiongkok.

Terkini