SOFA Masuk Proyek PSEL Danantara, Genggam 10% Saham Konsorsium

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:16:39 WIB
PT Solusi Environment Asia Tbk. (SOFA).

jakarta - PT Solusi Environment Asia Tbk. (SOFA) secara resmi terlibat dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

Lewat anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), emiten tersebut telah menyepakati akta jual beli saham bersama Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. 

beserta afiliasinya guna menjadi pemegang saham di dua perusahaan konsorsium yang menggarap proyek PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan pada Selasa (9/6/2026), AEA bakal memegang porsi kepemilikan saham masing-masing sebesar 10% pada kedua perusahaan konsorsium dimaksud. 

Direktur Utama SOFA Denny Rizal menyatakan keterlibatan emiten sebagai rekan lokal dalam konsorsium proyek PSEL bersama Zhejiang Weiming pada proyek ini adalah wujud nyata komitmen untuk mengekspansi lini bisnis ke sektor energi baru terbarukan.

"[Masuknya AEA] merupakan bentuk realisasi dari upaya dan komitmen perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis di bidang energi baru terbarukan," ujar Denny dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/6/2026).

Aksi korporasi ini menjadi kelanjutan dari restu PT Danantara Investment Management (DIM) pada Mei 2026, yang meloloskan penambahan AEA sebagai mitra lokal di dalam konsorsium proyek PSEL besutan Zhejiang Weiming untuk mendirikan fasilitas di Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Saat ini, pihak perusahaan tengah menanti proses persetujuan serta penerimaan pemberitahuan mengenai perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum terkait penyesuaian susunan pemegang saham di masing-masing perusahaan konsorsium. 

Adapun Zhejiang Weiming sebelumnya sudah ditunjuk oleh Danantara selaku mitra pengembang untuk dua dari total empat proyek PSEL pada fase pertama, yaitu wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Merujuk pada ketetapan yang dikeluarkan Danantara, pihak operator internasional diwajibkan menggandeng korporasi lokal Indonesia demi memicu terjadinya transfer teknologi serta menguatkan kemitraan dengan pemerintah daerah sekaligus pemangku kepentingan di area setempat.

 Zhejiang Weiming sendiri merupakan salah satu raksasa pengelola sampah menjadi energi terbesar di China. 

Pada 2025, total pasokan listrik yang diproduksi dari aktivitas pengolahan sampah perusahaan tersebut menyentuh angka 4,62 miliar kilowatt hour (kWh).

Masuknya SOFA ke dalam proyek ini turut menandai keberlanjutan proses transformasi bisnis internal perusahaan. 

Emiten yang dahulu memakai nama Boston Furniture Industries tersebut sudah mengganti identitasnya menjadi Solusi Environment Asia dan mulai melebarkan sayap usahanya ke ranah energi serta lingkungan.

Sebelumnya, SOFA juga sempat berpartisipasi dalam proses tender proyek waste-to-energy Danantara lewat konsorsium yang dirancang bersama Hunan Construction Engineering Group Co. 

asal China serta Kintan Usahasama Sdn. Bhd. dari Malaysia. Kini, berbekal kepemilikan 10% saham di dua perusahaan konsorsium PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya, perseroan sah menjadi bagian dari proyek strategis nasional pada sektor pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Terkini