Hari Lingkungan Hidup 2026, Bank Mandiri Pacu Aksi Keberlanjutan

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:15:44 WIB
Bank Mandiri tegaskan komitmen dukung aksi iklim nasional lewat sektor jasa keuangan berkelanjutan.

jakarta - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bank Mandiri kembali mempertegas komitmennya guna menyokong aksi iklim nasional lewat peran strategis sektor jasa keuangan yang berkelanjutan. 

Perayaan tahun ini mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, and For Future,” yang diselaraskan oleh Pemerintah Indonesia menjadi "Saatnya Beraksi untuk Iklim". 

Selaras dengan instruksi tersebut, Bank Mandiri memosisikan agenda iklim sebagai prioritas utama yang diaplikasikan secara konsisten pada segala sektor bisnis serta kegiatan operasional Bank.

Melalui visi Becoming Indonesia's Sustainability Champion for a Better Future, Bank Mandiri terus menerapkan tiga pilar strategi keberlanjutan, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking

 Penerapan ketiga pilar ini ditargetkan demi merengkuh sasaran Net Zero Emission in Operation pada tahun 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada tahun 2060 atau bahkan bisa lebih awal.

Pada sektor bisnis bank, percepatan penyaluran pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu sumbangsih utama Bank Mandiri terhadap aksi iklim nasional.

 Hingga posisi Maret 2026, total dana pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri menyentuh angka Rp320 triliun, dengan Portofolio Hijau tercatat sebesar Rp167 triliun.

 Angka capaian tersebut sekaligus memperkukuh posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau nasional dengan torehan pangsa pasar di atas 35 persen di antara 3 bank besar nasional.

Alokasi Portofolio Hijau tersebut disalurkan pada sejumlah sektor prioritas, di antaranya pengelolaan SDA hayati berkelanjutan senilai Rp113 triliun, produk eco-efficient senilai Rp15,4 triliun, energi terbarukan senilai Rp12,2 triliun, bangunan berwawasan lingkungan senilai Rp10,1 triliun, serta transportasi ramah lingkungan senilai Rp10 triliun.

 Langkah akselerasi pembiayaan hijau ini ikut menyokong kontribusi Bank Mandiri pada agenda Net Zero Emission nasional serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Pada ranah aktivitas operasional, Bank Mandiri secara berkelanjutan memangkas jejak emisi internalnya.

 Sepanjang tahun 2025, emisi gas rumah kaca dari operasional perusahaan (Cakupan 1 dan Cakupan 2) berada di angka 243.736 ton CO2e, atau merosot 32% dari baseline tahun 2019 yang sebesar 358.753 ton CO2e.

 Pengurangan emisi sedemikian rupa diraih lewat bermacam program, yang meliputi optimalisasi bangunan hijau, pemanfaatan kendaraan listrik dan hybrid, serta penempatan panel surya di beberapa kantor korporasi.

 Penghitungan angka emisi tersebut digarap dengan merujuk pada standar Greenhouse Gas Protocol serta pedoman pelaporan GRI 305.

Kualitas dari tata kelola keberlanjutan Bank Mandiri pun memperoleh pengakuan resmi dari pelbagai lembaga pemeringkat internasional. 

Berdasarkan hasil penilaian terkini, MSCI ESG Rating Bank Mandiri sukses menyabet skor AA dengan nilai terbaik di Indonesia, sedangkan Sustainalytics ESG Risk Rating menempatkan Bank Mandiri ke dalam kategori Negligible Risk, yakni sebuah posisi tertinggi di kalangan bank-bank di wilayah ASEAN.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan menyampaikan, bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi Bank Mandiri untuk meneruskan langkah-langkah konkret yang telah dijalankan secara konsisten terkait keberlanjutan.

"Bagi Bank Mandiri, Sustainability merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam keputusan operasional dan pembiayaan kami. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat semangat keberlanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, pelaku industri, dan masyarakat," ujar Henry.

Tidak hanya pada tataran korporasi, Bank Mandiri juga mengimplementasikan tema nasional "Saatnya Beraksi untuk Iklim" ke dalam bentuk aksi kolaborasi nyata di tingkat paling bawah melalui pelibatan nasabah serta masyarakat luas. 

Melalui program bertajuk Mandiri Looping for Life, Bank Mandiri menjalin kemitraan dengan beberapa brand lokal guna mendaur ulang limbah tekstil menjadi produk fesyen yang memiliki nilai ekonomi. 

Sepanjang sinergi yang telah berjalan, lebih dari 6.000 pakaian bekas berhasil disulap menjadi 2.000 outer, dengan dampak positif berupa penghematan air hingga 16 juta liter dan reduksi emisi karbon sebanyak 44 ton CO2e.[1]

Bagi para nasabah ritel, Bank Mandiri pun memperlebar akses keterlibatan masyarakat lewat kehadiran fitur Livin' Planet di dalam aplikasi Livin' by Mandiri. 

Fitur ini memfasilitasi nasabah untuk mengukur jejak karbon harian hingga bulanan mereka serta bersumbangsih langsung dalam program penanaman pohon. 

Sepanjang 2025, sebanyak 1.292 pohon telah berhasil ditanam lewat inisiatif ini, yang setara dengan pemangkasan emisi 45,32 ton CO2e atau perjalanan kendaraan bermotor sejauh 598.300 kilometer. 

Dalam pembaruan paling gres, Livin’ Planet telah menyematkan fitur untuk carbon offset lewat skema pembelian SPE-GRK (Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca).

Sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkokoh sinergi yang terpadu antara strategi bisnis dan agenda keberlanjutan, memacu pertumbuhan pada pembiayaan hijau, serta menjaga konsistensi implementasi berkelanjutan dalam setiap aspek operasional.

"Perjalanan keberlanjutan Bank Mandiri masih panjang, namun arah dan pondasinya sudah jelas. Kami akan terus mempercepat langkah melalui kolaborasi yang lebih luas untuk mewujudkan visi Indonesia yang lebih berkelanjutan," tutup Henry.

Terkini