JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mempercepat pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, salah satu strategi utama adalah percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt. Pembangunan ini diharapkan dapat menggantikan sebagian pembangkit listrik yang masih menggunakan diesel, batubara, dan gas.
Langkah Pemerintah Percepat Transisi Energi Bersih
Bahlil menegaskan, pembangunan PLTS merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi dengan memanfaatkan sumber energi alternatif di dalam negeri. Optimalisasi EBT tidak hanya terbatas pada tenaga surya, tetapi juga panas bumi dan tenaga air.
Penggunaan PLTS diharapkan mengurangi ketergantungan energi fosil impor dari luar negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemandirian energi nasional.
Target Swasembada Energi Nasional
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan percepatan pengembangan EBT diperlukan untuk memperkuat swasembada energi. Ia optimistis target swasembada energi bisa tercapai dalam empat tahun ke depan.
Presiden menugaskan Bahlil sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi. Tugas ini mencakup mempercepat pemanfaatan energi bersih di seluruh Indonesia.
Perluasan Elektrifikasi Energi Terbarukan
Pemerintah menargetkan pembangunan 100 gigawatt PLTS sebagai upaya elektrifikasi berbasis energi terbarukan. Elektrifikasi ini menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi yang sejalan dengan pengurangan kapasitas pembangkit berbahan bakar fosil.
Langkah ini juga diimbangi dengan penataan pembangunan dan pola konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dengan begitu, emisi karbon dapat ditekan tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.
Pemanfaatan Potensi Energi Alternatif Indonesia
Selain PLTS, pemerintah mendorong program konversi motor listrik sebagai bagian dari percepatan transisi energi. Indonesia memiliki potensi besar dari panas bumi, kelapa sawit, biomassa pertanian, dan sumber energi lain.
PLN membina masyarakat untuk mengelola sampah menjadi sumber energi alternatif yang dapat menghasilkan listrik. Program ini tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga mengurangi sampah dan dampak lingkungan.
Energi Bersih Jadi Modal Strategis Masa Depan
Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber energi alternatif melimpah dibandingkan banyak negara lain. Potensi ini termasuk geothermal yang merupakan cadangan terbesar kedua di dunia yang belum dieksploitasi sepenuhnya.
Pemanfaatan potensi energi terbarukan ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil. Dengan langkah ini, energi bersih diharapkan menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di masa depan.