Bank Mandiri Catatkan Penyaluran Kredit Fantastis Rp1.511 Triliun Awal Tahun 2026 Untuk UMKM dan Ekonomi

Rabu, 25 Februari 2026 | 14:03:34 WIB
Bank Mandiri Catatkan Penyaluran Kredit Fantastis Rp1.511 Triliun Awal Tahun 2026 Untuk UMKM dan Ekonomi

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp1.511,4 triliun sepanjang Januari 2026. Realisasi ini meningkat 15,62 persen secara tahunan (YoY), menegaskan komitmen bank terhadap pembiayaan sektor produktif.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyatakan, pertumbuhan kredit ini juga mendorong penguatan ekosistem UMKM dan pelaku usaha. Bank tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar nilai tambah ekonomi kerakyatan terus tercipta.

Kinerja Aset dan Kualitas Kredit yang Tetap Solid

Total aset Bank Mandiri naik menjadi Rp2.191,9 triliun atau tumbuh 13,96 persen YoY. Dari sisi kualitas, Cost of Credit (CoC) turun 21 basis poin menjadi 0,35 persen, sementara rasio Non-Performing Loan (NPL) turun 3 basis poin menjadi 0,97 persen.

Novita menegaskan bahwa kondisi ini mencerminkan disiplin manajemen risiko dan selektivitas dalam ekspansi pembiayaan. Struktur pendanaan juga semakin solid dengan optimalisasi dana pihak ketiga (DPK) dan penguatan basis nasabah.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Efisiensi Biaya Dana

DPK tercatat Rp1.635,5 triliun atau naik 17,29 persen YoY, mayoritas berupa dana murah dengan rasio CASA 73 persen. Rasio ini mendukung efisiensi biaya dana dan memperkuat struktur likuiditas Bank Mandiri.

Penurunan Cost of Fund (CoF) sebesar 27 basis poin membuat posisi CoF Januari 2026 terjaga di level 2,06 persen. Kombinasi NII yang meningkat dan CoF yang rendah menjadi kunci pertumbuhan laba perseroan.

Kinerja Laba Bersih dan Pendapatan Berbasis Komisi

Laba bersih Bank Mandiri Januari 2026 tercatat Rp4,65 triliun atau tumbuh 16,2 persen YoY. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 10,2 persen YoY, menandakan kinerja keuangan yang stabil di awal tahun.

Pendapatan berbasis komisi (Fee Based Income/FBI) tumbuh 16,1 persen YoY seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis. Efisiensi tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75 persen, turun 3,44 persen dibanding bulan sebelumnya.

Transaksi Digital dan Layanan Treasury Mendukung Pertumbuhan

Transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri tumbuh 49,3 persen YoY, sementara Kopra by Mandiri meningkat 27 persen YoY. Aktivitas treasury juga naik 33 persen YoY, menunjukkan adopsi layanan finansial digital yang semakin masif.

Bank Mandiri memperkuat konektivitas antar segmen nasabah untuk memastikan kebutuhan transaksi dan pembiayaan terpenuhi. Strategi ini membuat layanan lebih cepat, relevan, dan mudah diakses oleh nasabah di berbagai sektor ekonomi.

Tabel Ringkasan Kinerja Keuangan Bank Mandiri Januari 2026

KinerjaNilai Januari 2026Pertumbuhan YoY
Penyaluran KreditRp1.511,4 triliun+15,62%
Total AsetRp2.191,9 triliun+13,96%
Cost of Credit (CoC)0,35%-21 bps
NPL0,97%-3 bps
Dana Pihak Ketiga (DPK)Rp1.635,5 triliun+17,29%
CASA Ratio73%Stabil
Laba BersihRp4,65 triliun+16,2%
Net Interest Income (NII)+10,2% YoY-
Fee Based Income (FBI)+16,1% YoY-
Cost to Income Ratio (CIR)37,75%-3,44%

Tabel ini menggambarkan performa solid Bank Mandiri di awal tahun 2026. Pertumbuhan kredit, efisiensi biaya, dan aktivitas digital menjadi pendorong utama kinerja positif perseroan.

Strategi Bank Mandiri Memperkuat Ekosistem UMKM dan Ekonomi Nasional

Bank Mandiri menekankan penguatan sektor produktif, termasuk UMKM, melalui ekspansi kredit yang selektif dan manajemen risiko ketat. Fokus ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan kombinasi pendanaan yang efisien, layanan digital yang masif, dan penguatan basis nasabah, Bank Mandiri siap menghadapi dinamika industri perbankan. Strategi ini memastikan bank tetap menjadi mitra strategis bagi nasabah dan pemerintah dalam mendorong perekonomian.

Terkini