JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Kenaikan ini mengikuti tren positif pada perdagangan sebelumnya yang mencatatkan penutupan naik 1,19%.
Pergerakan positif ini disertai net buy asing sekitar Rp467 miliar. Investor asing masih menunjukkan minat besar pada saham-saham unggulan di pasar domestik.
Saham Unggulan yang Menarik Minat Investor Asing
Beberapa saham yang banyak diborong investor asing antara lain BMRI, BBRI, UNTR, AADI, dan EMAS. Permintaan ini menjadi katalis utama penguatan IHSG hari sebelumnya.
Minat beli asing menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka pendek pasar saham Indonesia. Lonjakan net buy asing cenderung mendorong momentum positif IHSG.
Analisis Teknis dan Level Support-Resistance IHSG
Analis Ritel BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG masih berpotensi menguat hari ini. Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 8.180–8.230.
Sementara itu, area resistance terdekat diperkirakan berada pada rentang 8.350–8.430. Investor disarankan memantau kedua level ini untuk mengantisipasi potensi aksi ambil untung.
Rekomendasi Saham Pilihan dari BNI Sekuritas
BNI Sekuritas merilis daftar saham pilihan untuk perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Investor dianjurkan memperhatikan area beli, target harga, dan batas cut loss setiap saham untuk memaksimalkan peluang.
Saham pertama adalah BIPI dengan area beli 220–226 dan target dekat 236–242. Cut loss disarankan di bawah 212 untuk membatasi risiko.
Saham kedua, INET, memiliki area beli 420–430 dan target dekat 436–450. Batas cut loss berada di bawah 412 agar manajemen risiko tetap terjaga.
Saham ketiga adalah WIFI, yang direkomendasikan dengan area beli 2.500–2.540 dan target dekat 2.600–2.700. Cut loss di bawah 2.500 berlaku untuk membatasi potensi kerugian.
Saham EMAS dan MEDC Sebagai Pilihan Strategis
Saham EMAS direkomendasikan dengan area beli 7.700 dan target dekat 7.850–7.975. Investor disarankan cut loss di bawah 7.600 untuk menjaga modal.
Saham MEDC memiliki area beli 1.665–1.685 dan target dekat 1.700–1.750. Cut loss di bawah 1.650 menjadi patokan untuk mengendalikan risiko investasi.
Saham TINS juga masuk daftar rekomendasi dengan area beli 3.850–3.950. Target harga dipatok di 4.050–4.200, dengan cut loss di bawah 3.800.
Kiat Mengikuti Tren Penguatan IHSG
Investor dianjurkan tetap mencermati level support dan resistance utama IHSG. Mengantisipasi aksi ambil untung di tengah tren penguatan jangka pendek menjadi langkah penting.
Tren penguatan IHSG dapat menjadi peluang bagi investor untuk memaksimalkan portofolio. Namun, manajemen risiko tetap menjadi aspek utama agar volatilitas pasar tidak merugikan.
Peran Net Buy Asing dalam Mendorong IHSG
Lonjakan net buy asing sebesar Rp467 miliar menjadi pendorong utama penguatan IHSG kemarin. Aktivitas beli asing mencerminkan kepercayaan terhadap prospek saham unggulan Indonesia.
Saham-saham favorit asing, seperti BMRI dan BBRI, menjadi pusat perhatian investor domestik. Hal ini meningkatkan likuiditas dan mendorong momentum pasar.
Prospek Jangka Pendek IHSG dan Strategi Investor
Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang untuk menembus area resistance 8.350–8.430. Investor dapat memanfaatkan momentum ini untuk strategi trading jangka pendek.
Level support 8.180–8.230 menjadi acuan untuk mengantisipasi koreksi sementara. Strategi beli di area support dan menjual mendekati resistance dapat diterapkan dengan manajemen risiko tepat.
IHSG Menguat, Peluang Saham Masih Menjanjikan
IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Net buy asing yang signifikan dan saham unggulan menjadi faktor pendorong utama.
Rekomendasi saham BNI Sekuritas memberikan panduan bagi investor untuk membeli dengan target harga jelas dan cut loss terukur. Investor dianjurkan tetap waspada pada aksi ambil untung dan memantau level support-resistance untuk strategi trading jangka pendek yang efektif.