PT Pertamina Geothermal Energy dan PLN Perkuat Kolaborasi Energi Panas Bumi Demi Transisi Energi Nasional Lebih Cepat

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:51:19 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy dan PLN Perkuat Kolaborasi Energi Panas Bumi Demi Transisi Energi Nasional Lebih Cepat

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) semakin memperkuat kerja sama strategis di sektor energi panas bumi. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung transisi energi nasional sekaligus memperluas kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan.

Sinergi Strategis PGE dan PLN di PLTP Lahendong

Pertemuan jajaran direksi PGE dan PLN berlangsung di Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Lahendong, Sulawesi Utara, pada Kamis, 12 Februari 2026. Dalam pertemuan ini dibahas upaya optimalisasi pembangkit yang sudah beroperasi, serta pengembangan proyek baru dan perluasan proyek eksisting.

Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menekankan bahwa PLN merupakan offtaker utama energi panas bumi dari PGE. Ia menambahkan, pengalaman sukses PLTP Lahendong dapat menjadi model untuk pengembangan wilayah panas bumi lain di Sulawesi dan Pulau Sumatera.

Diskusi juga mencakup dokumen teknis proyek PLTP Lahendong unit 7 dan 8, Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) untuk PLTP Kotamobagu unit I–IV, serta rencana pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Sungai Penuh. Langkah ini bertujuan memastikan semua proyek baru dan eksisting berjalan sesuai standar operasional dan target energi bersih.

Peran PLTP Lahendong dalam Sistem Kelistrikan Sulawesi Utara

PLTP Lahendong telah beroperasi sejak 2001 dan menjadi salah satu penopang utama kelistrikan di Sulawesi Utara. Pembangkit ini menyuplai sekitar 24 persen kebutuhan listrik di wilayah tersebut, menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung ketahanan energi lokal.

Keberhasilan Lahendong juga menjadi landasan bagi pengembangan unit-unit baru di Sulawesi. Sinergi dengan PLN membuka peluang peningkatan kapasitas dan efisiensi energi, sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Target Net Zero Emission dan Pengembangan Energi Bersih

Andi Joko menekankan, sinergi yang lebih erat antara PGE dan PLN penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi menuju energi bersih dan mendukung target Net Zero Emission.

Pengembangan energi panas bumi dianggap strategis karena dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, pemanfaatan panas bumi juga menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan pasokan listrik berkelanjutan bagi masyarakat.

Kapasitas dan Produksi Energi Panas Bumi Nasional oleh PGE

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.932 megawatt (MW) atau sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Sepanjang 2024, pembangkitan listrik berbasis panas bumi yang dikelola PGE mencapai 4.827 gigawatt hour (GWh), memasok listrik bagi lebih dari dua juta rumah tangga.

Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan PGE terhadap stabilitas pasokan energi listrik nasional. Peningkatan kapasitas dan proyek baru akan semakin menguatkan peran perusahaan dalam menyediakan energi bersih dan berkelanjutan.

Rencana Pengembangan Proyek Greenfield dan Brownfield

Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana pengembangan proyek greenfield untuk membuka wilayah panas bumi baru. Sementara itu, proyek brownfield bertujuan memperluas kapasitas unit yang sudah ada, meningkatkan efisiensi, dan memaksimalkan output energi.

Strategi ini memungkinkan PGE dan PLN menjaga pasokan listrik tetap andal dan mendukung target energi terbarukan. Selain itu, integrasi kedua pendekatan ini menjadi kunci dalam percepatan transisi energi nasional.

Kolaborasi Jangka Panjang dan Kemitraan Strategis

Andi Joko menyoroti peluang kemitraan strategis di masa depan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta dan pemerintah daerah. Hal ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi panas bumi sekaligus memperkuat ekosistem energi bersih di Indonesia.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, PGE dan PLN dapat memastikan keberlanjutan pasokan energi, menjaga kestabilan harga listrik, dan mendukung pengembangan ekonomi berbasis energi bersih. Sinergi ini juga mendorong inovasi teknologi di sektor panas bumi.

Dukungan terhadap Ketahanan Energi Nasional

Penguatan kerja sama ini menegaskan komitmen kedua BUMN dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pembangunan dan pengembangan energi panas bumi tidak hanya mendukung pasokan listrik, tetapi juga menjadi instrumen pengurangan emisi karbon nasional.

PGE dan PLN terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, memperluas kapasitas, dan menjaga kelangsungan proyek-proyek panas bumi. Dengan langkah ini, target transisi energi nasional dapat dicapai lebih cepat, sejalan dengan komitmen pemerintah menuju energi berkelanjutan.

Dengan pengalaman operasional di Lahendong dan kapasitas panas bumi nasional yang besar, PGE dan PLN siap mengakselerasi pengembangan energi bersih di seluruh wilayah. Sinergi ini diharapkan menjadi model keberhasilan kerja sama BUMN dalam mendukung pembangunan energi terbarukan di Indonesia.

Terkini

KAI Daop 9 Jember Tegaskan Kepemilikan Aset Sah

Kamis, 19 Februari 2026 | 14:37:15 WIB

KAI Services Hadirkan Nuansa Imlek di Kereta Api

Kamis, 19 Februari 2026 | 14:37:15 WIB

BUMN Digital Didorong Lindungi Pekerja Ekonomi Digital

Kamis, 19 Februari 2026 | 14:37:14 WIB

BUMN Dahana Hadirkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 14:37:14 WIB