200 UMKM Terpilih Siap Pamerkan Produk Unggulan di Meet The Market 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:57:44 WIB
200 UMKM Terpilih Siap Pamerkan Produk Unggulan di Meet The Market 2026

JAKARTA - Sebanyak 200 UMKM terpilih memamerkan produk unggulannya dalam acara Meet The Market Road to InaBuyer 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum digelarnya InaBuyer 2026 yang mempertemukan UMKM potensial dengan jaringan ritel domestik dan internasional.

Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, mengatakan program ini memfasilitasi UMKM bertemu gerai ritel modern dan jaringan ekspor. Ia berharap, target transaksi dapat tercapai dan berkembang lebih tinggi dari capaian InaBuyer 2025.

Target Transaksi dan Evaluasi Pertemuan UMKM dengan Buyer

Pada penyelenggaraan InaBuyer 2025, tercatat potensi transaksi hingga Rp 2,1 triliun. Melalui skema road to InaBuyer ini, target capaian diharapkan sama atau bahkan lebih tinggi.

Setiap pertemuan dilengkapi formulir evaluasi berisi catatan dan persyaratan dari pihak ritel. Transaksi kemudian dipantau selama 30 hari untuk memastikan kesepakatan berjalan sesuai harapan.

Dukungan Ritel dan Distribusi UMKM ke Dalam dan Luar Negeri

Sejauh ini, ada 25 ritel yang menyatakan komitmen memasarkan produk UMKM. Smesco juga menggandeng PT Pos Indonesia, MRT, yayasan, dan organisasi pengekspor untuk membuka jalur distribusi lebih luas.

Selain melalui rak ritel modern, produk UMKM dapat didistribusikan melalui komunitas dan institusi. Dukungan ini diharapkan meningkatkan penetrasi UMKM ke pasar nasional dan internasional.

Seleksi Ketat untuk Menjamin Kualitas dan Kapasitas UMKM

Dari 587 pendaftar, hanya 200 UMKM yang lolos kurasi. Seleksi dilakukan berdasarkan kualitas produk, kontinuitas pasokan, kapasitas produksi, serta kesiapan pembiayaan.

Pengalaman ekspor menjadi nilai tambah, karena UMKM yang sudah diterima di pasar luar negeri lebih mudah masuk pasar modern domestik. Lima kategori produk difokuskan, yaitu makanan dan minuman, pertanian, kriya, aksesori, dan wellness.

Kemitraan dengan Usaha Besar dan Tantangan 3K

Deputi Bidang Usaha Kecil Menengah Kementerian UMKM, Temy Satya Permana, mengingatkan banyak produk impor dijual di ritel modern. Hal ini lebih disebabkan keterbatasan kapasitas dan konsistensi pasokan UMKM, bukan enggan bermitra.

Ia menekankan prinsip 3K: kualitas, kontinuitas, dan kapasitas. Selain itu, pelaku UMKM harus membangun merek sendiri agar produk tidak salah persepsi oleh konsumen.

Dorongan Pemerintah dan Sektor Swasta untuk UMKM

Pemerintah mewajibkan minimal 40 persen belanja barang dan jasa berasal dari produk UMKM. Temy mendorong sektor swasta memperluas kemitraan agar UMKM semakin kompetitif dan berdaya saing.

Meet The Market diharapkan menjadi ajang bertemunya UMKM dengan pengusaha besar. Para pelaku UMKM dianjurkan memanfaatkan peluang, mencatat catatan buyer, dan terbuka terhadap persaingan ketat, termasuk produk impor.

Langkah Strategis UMKM Hadapi Pasar Global dan Modern

Program ini sekaligus melatih UMKM memahami kebutuhan pasar modern dan ekspor. Kesiapan produksi, kualitas produk, serta strategi pemasaran menjadi kunci keberhasilan menghadapi kompetisi di ritel domestik maupun internasional.

Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM memiliki peluang nyata menembus pasar lebih luas. Langkah ini diharapkan menguatkan peran UMKM dalam perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing global.

Terkini