Garuda Indonesia Akan Pimpin Holding Maskapai BUMN Baru dengan Citilink dan Pelita Air

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:43:46 WIB
Garuda Indonesia Akan Pimpin Holding Maskapai BUMN Baru dengan Citilink dan Pelita Air

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal membentuk holding BUMN penerbangan. Struktur holding ini akan dipimpin oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan anggotanya mencakup Citilink serta Pelita Air.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Pelita Air tengah dipisahkan dari PT Pertamina (Persero). Proses ini dilakukan untuk melepas seluruh bisnis non-migas Pertamina dan mempermudah penggabungan ke Garuda Indonesia.

"Iya, Garuda Indonesia induk (holding maskapai), (di bawahnya) ada Citilink, ada Pelita," ujar Dony saat ditemui di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026 malam.

Target Konsolidasi Pelita Air ke Garuda Indonesia pada Kuartal I 2026

Dony menegaskan bahwa BPI Danantara menargetkan proses penggabungan Pelita Air ke Garuda Indonesia selesai pada kuartal I tahun ini. Hal ini sejalan dengan jadwal internal Garuda yang juga menyelesaikan seluruh proses konsolidasi di periode yang sama.

"Garuda di kuartal I ini udah pindah, cepat mereka," kata Dony, menekankan percepatan integrasi. Proses ini dipandang penting untuk memperkuat posisi Garuda sebagai induk holding penerbangan nasional.

Dengan penggabungan ini, BPI Danantara berharap alur bisnis maskapai menjadi lebih efisien. Citilink dan Pelita Air akan berada dalam satu payung yang mempermudah koordinasi operasional dan strategi bisnis.

Langkah Transformasi Bisnis BPI Danantara dan Fokus Pertamina

Selain maskapai, BPI Danantara juga melakukan pembenahan di seluruh lini bisnisnya sepanjang tahun 2026. Fokus utama akan diberikan pada PT Pertamina, yang diarahkan kembali ke core bisnis minyak dan gas.

Sementara itu, lini bisnis non-migas seperti penerbangan, perhotelan, dan asuransi akan dikonsolidasikan ke BUMN lain. "Jadi paralel selama satu tahun ini kita lakukan proses konsolidasi ini," jelas Dony.

Dony menambahkan bahwa konsolidasi juga mencakup IHC, rumah sakit, hotel, serta bisnis asuransi yang sedang direview. Beberapa unit bisnis non-related juga akan mengalami divestasi untuk meningkatkan efisiensi dan fokus perusahaan.

Tujuan Transformasi: Kinerja BUMN Lebih Baik dan Tidak Tumpang Tindih

Transformasi ini diharapkan membuat masing-masing BUMN memiliki fokus yang jelas. Dony menekankan bahwa setiap perusahaan akan menjadi lebih proper dalam menjalankan fungsi masing-masing.

"Jadi memang nanti perusahaan BUMN kita tuh bagus-bagus nanti, rumah sakit sendiri, hotel sendiri, asuransi sendiri, oil and gas sendiri, airline sendiri," pungkasnya. Dengan pembagian ini, tidak ada lagi tumpang tindih tugas di antara BUMN.

Setiap lini bisnis yang dikelola akan memiliki manajemen dan strategi yang spesifik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta daya saing BUMN secara keseluruhan.

Dampak Bagi Industri Penerbangan dan Strategi Nasional

Dengan Garuda Indonesia sebagai induk holding maskapai, pengelolaan Citilink dan Pelita Air menjadi lebih terstruktur. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan penerbangan nasional.

Pelita Air yang sebelumnya dimiliki Pertamina, kini akan menjadi bagian dari strategi nasional BUMN di sektor transportasi udara. Penyesuaian ini dipandang sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat BUMN strategis dan menjaga stabilitas industri penerbangan.

Konsolidasi ini juga memungkinkan pengembangan rute, optimalisasi armada, serta peningkatan standar layanan penumpang. Garuda sebagai holding diharapkan dapat memanfaatkan sinergi untuk memperluas jaringan penerbangan domestik maupun internasional.

Proses dan Jadwal Konsolidasi yang Terencana

BPI Danantara menargetkan semua proses konsolidasi rampung pada kuartal I 2026. Tahapan yang dilakukan meliputi pemisahan bisnis non-migas Pertamina, penggabungan Pelita Air, serta pengaturan struktur internal Garuda Indonesia.

Proses ini dijalankan paralel dengan review lini bisnis lain seperti rumah sakit, hotel, asuransi, dan divestasi unit non-related. Dengan strategi ini, setiap BUMN dapat fokus pada core bisnisnya tanpa ada tumpang tindih sumber daya.

Dengan jadwal konsolidasi yang terencana, para pemangku kepentingan dapat memantau kemajuan integrasi. BPI Danantara menekankan pentingnya transparansi dan kecepatan dalam transformasi ini.

Terkini