KUR Perumahan Dorong Akses Hunian Terjangkau

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:07:55 WIB
KUR Perumahan Dorong Akses Hunian Terjangkau

JAKARTA - Dorongan pembiayaan hunian terus diperkuat untuk memperluas akses masyarakat. 

Skema kredit diarahkan agar menyentuh segmen berpenghasilan rendah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat kepemilikan rumah.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencatat realisasi kredit usaha rakyat perumahan sepanjang 1 Januari hingga 7 Februari 2026 mencapai Rp 3,547 triliun. 

Capaian tersebut masih jauh dibandingkan dengan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah sebesar Rp130 triliun. Kondisi ini menunjukkan ruang percepatan penyaluran masih terbuka lebar.

Optimalisasi penyaluran pembiayaan dipandang penting untuk mendorong sektor perumahan. Pemerataan akses kredit diharapkan memperkuat daya beli hunian. Sinergi lintas lembaga menjadi kunci percepatan.

Peran Penyalur Utama Kredit

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati mengatakan, dari total tersebut, sebanyak 49% diantaran atau sekitar Rp1,77 triliun disalurkan lewat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI. Kontribusi ini menempatkan BRI sebagai penyalur terbesar. Peran lembaga keuangan menjadi penentu sebaran pembiayaan.

“KUR Perumahan Rp 3,547 triliun. Rp 1,774 triliun atau 49%-nya BRI,” ujar Sri. Angka tersebut mencerminkan dominasi penyaluran melalui jaringan perbankan yang luas. Kapasitas distribusi menjadi faktor pendorong capaian.

Pola penyaluran menunjukkan kebutuhan perluasan mitra. Diversifikasi penyalur diharapkan mempercepat realisasi. Akses layanan di daerah menjadi fokus penguatan.

Keberpihakan pada Masyarakat Kecil

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan keberpihakan BRI dan PNM terhadap masyarakat kecil, terutama kaum perempuan prasejahtera. Keberpihakan ini dipandang sebagai penguatan inklusi pembiayaan. Arah kebijakan menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas.

Ara mengatakan, PKP kini tengah membidik nasabah PNM Mekaar. Program entitas usaha BRI ini memiliki jangkauan luas pada segmen mikro. Penajaman sasaran diharapkan memperluas akses hunian.

Pendekatan berbasis komunitas mempercepat literasi pembiayaan. Pendampingan menjadi elemen penting dalam kesiapan kredit. Skema yang adaptif memperbesar peluang kepemilikan rumah.

Potensi Jangkauan Nasional

Nasabah aktif PNM Mekaar kini berjumlah 16,2 juta orang di seluruh Indonesia. Basis pengguna yang besar membuka peluang akselerasi penyaluran KUR perumahan. Jaringan ini menjadi kanal efektif menjangkau masyarakat prasejahtera.

Pemanfaatan ekosistem pembiayaan mikro memperluas penetrasi program. Integrasi layanan perbankan mempercepat proses administrasi. Hal ini berpotensi memperkecil kesenjangan akses hunian.

Kolaborasi lintas entitas memperkuat rantai pembiayaan. Koordinasi program diharapkan mempercepat realisasi target. Pendekatan terpadu memperkuat dampak kebijakan.

Tantangan dan Arah Percepatan

Kesenjangan antara realisasi dan pagu anggaran menuntut strategi percepatan. Penyederhanaan proses menjadi fokus untuk meningkatkan serapan. Penguatan literasi kredit turut memengaruhi kecepatan penyaluran.

Penguatan koordinasi pusat dan daerah diperlukan untuk menjangkau calon penerima. Perluasan kanal distribusi menjadi langkah taktis. Evaluasi berkala membantu menjaga efektivitas program.

Dengan penguatan peran penyalur dan sasaran yang tepat, percepatan diharapkan terjadi. Skema pembiayaan yang inklusif memperbesar peluang kepemilikan hunian. Dampak jangka panjangnya adalah penguatan kesejahteraan masyarakat.

Terkini