JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan posisinya sebagai pionir dalam keamanan digital dan inovasi teknologi perbankan. Perusahaan baru saja meraih dua sertifikasi internasional, yaitu ISO Privasi Data (ISO 27701) dan ISO Manajemen Kecerdasan Buatan (ISO 42001).
Sertifikasi ISO 27701: Standar Privasi Data Nasabah
Sertifikasi ISO 27701:2019 berfokus pada pengelolaan sistem privasi informasi yang komprehensif. Standar ini menjadi pedoman BCA dalam mengelola data pribadi nasabah mulai dari pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, hingga penghapusan data.
ISO 27701 juga mendukung kepatuhan BCA terhadap regulasi perlindungan data yang berlaku. Dengan standar ini, nasabah mendapatkan jaminan bahwa setiap informasi pribadi mereka dikelola secara aman dan transparan.
Menurut Direktur BCA, Lianawaty Suwono, sertifikasi ini memperkuat kepercayaan nasabah. "Kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama bagi keberhasilan yang telah diraih oleh BCA sejauh ini," ujarnya saat penyerahan sertifikat di Menara BCA Grand Indonesia, Selasa, 10 Februari 2026.
Standar ini diterapkan tidak hanya untuk keamanan data, tetapi juga untuk mengatur proses internal. Semua unit BCA wajib mengikuti protokol privasi yang ditetapkan agar risiko kebocoran data bisa diminimalkan.
ISO 42001: Manajemen Kecerdasan Buatan yang Etis dan Aman
Selain privasi, BCA juga meraih ISO 42001:2023 yang mengatur sistem manajemen kecerdasan buatan (AI). Standar ini memastikan pengembangan dan pemanfaatan AI dilakukan secara etis, transparan, aman, dan bertanggung jawab.
ISO 42001 menekankan prinsip akuntabilitas dan kepatuhan regulasi bagi seluruh implementasi AI di perbankan. Penerapan standar ini memungkinkan BCA mengembangkan layanan cerdas yang tetap memperhatikan keamanan dan kepentingan nasabah.
Lianawaty menekankan bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan tata kelola yang kuat. "Melalui penerapan standar ini, BCA berupaya menghadirkan layanan yang aman dan andal untuk nasabah BCA," ujarnya.
Standar ini juga memandu pengawasan penggunaan AI dalam produk perbankan. Misalnya, AI untuk analisis kredit, rekomendasi produk, dan chatbot layanan nasabah harus dipantau agar tidak menimbulkan risiko operasional.
Transformasi Digital BCA yang Berkelanjutan
Pencapaian dua sertifikasi internasional ini menegaskan langkah BCA dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Transformasi digital yang diterapkan tidak hanya fokus pada kenyamanan layanan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi nasabah.
Langkah ini menunjukkan bahwa BCA memprioritaskan perlindungan nasabah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Layanan perbankan kini bisa diakses lebih praktis, aman, dan inovatif melalui berbagai platform digital BCA.
BCA memanfaatkan sertifikasi ini untuk meningkatkan reputasi sebagai institusi yang konsisten menjaga kepercayaan publik. Keamanan data dan manajemen AI yang transparan menjadi nilai tambah dalam persaingan industri perbankan.
Selain itu, transformasi digital BCA mencakup pemanfaatan AI dalam analisis risiko dan pengalaman nasabah. Teknologi ini membantu bank meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan layanan lebih personal.
Komitmen BCA Menjaga Keamanan Nasabah dan Inovasi Teknologi
Keberhasilan meraih ISO 27701 dan ISO 42001 menjadi bukti nyata komitmen BCA terhadap keamanan dan inovasi. Lianawaty menegaskan, "Kami berkomitmen untuk senantiasa memberikan layanan perbankan yang aman, inovatif, dan berorientasi pada perlindungan nasabah."
Sertifikasi ini juga menjadi pedoman internal untuk seluruh karyawan dalam menerapkan praktik terbaik pengelolaan data dan AI. Setiap proses digital dan otomatisasi diawasi agar selalu sesuai dengan standar global.
BCA memandang pengelolaan keamanan digital dan AI bukan sekadar kepatuhan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang. Integritas data dan tanggung jawab etis AI menjadi pondasi untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.
Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi keuangan lainnya di Indonesia. Standar internasional ini menjadi tolok ukur kualitas layanan digital dan pengelolaan AI yang profesional.
Melalui sertifikasi ini, nasabah dapat lebih yakin dalam menggunakan layanan digital BCA. Semua transaksi, pengajuan kredit, hingga interaksi dengan layanan AI berada di bawah pengawasan yang aman dan terstandarisasi.
BCA juga menekankan pentingnya transparansi kepada publik. Setiap kebijakan dan prosedur keamanan dijalankan agar nasabah bisa memantau dan memahami bagaimana data dan AI digunakan.
Inovasi digital BCA mencakup berbagai layanan mulai dari mobile banking hingga AI untuk rekomendasi keuangan. Semua fitur ini dirancang agar proses perbankan lebih mudah, cepat, dan tetap terlindungi.
Pencapaian dua sertifikasi internasional sekaligus menegaskan posisi BCA sebagai pelopor perbankan modern di Indonesia. Bank ini berhasil memadukan inovasi teknologi dengan tata kelola yang ketat dan etis.
Ke depannya, BCA akan terus memperluas penerapan standar ini. Fokusnya adalah menciptakan ekosistem digital yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan bagi seluruh nasabah di berbagai segmen.
Dengan langkah strategis ini, BCA memperkuat kepercayaan nasabah di tengah persaingan perbankan yang semakin digital. Layanan inovatif dan aman menjadi ciri khas bank yang mengutamakan perlindungan dan kepuasan pelanggan.