BMKG Pastikan Gempa Pacitan 6,2 Tidak Berpotensi Menimbulkan Tsunami

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:31:48 WIB
BMKG Pastikan Gempa Pacitan 6,2 Tidak Berpotensi Menimbulkan Tsunami

JAKARTA - Dini hari Jumat, 6 Februari 2026, warga Pacitan terbangun karena guncangan gempa bumi yang cukup kuat. Gempa ini mengguncang wilayah pesisir selatan Jawa, khususnya Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

BMKG melalui Kepala Stasiun Geofisika Malang, Mamuri, menyatakan gempa awalnya tercatat magnitudo 6,4. Namun, hasil analisis terbaru menunjukkan magnitudo update sebesar 6,2.

Lokasi dan Kedalaman Gempa

Episenter gempa berada di laut dengan koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT, sekitar 89 kilometer tenggara Kota Pacitan. Kedalaman gempa tercatat 58 kilometer, termasuk kategori dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di selatan Jawa.

BMKG menjelaskan mekanisme sumber gempa berupa pergerakan patahan naik atau thrust fault. Jenis patahan ini sering menimbulkan guncangan cukup terasa di wilayah pesisir maupun daratan.

Dampak dan Intensitas Guncangan

Getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah Jawa dan sekitarnya. Intensitas IV MMI tercatat di Bantul, Sleman, dan Pacitan, sementara intensitas III MMI terasa di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, hingga Banjarnegara.

Beberapa daerah seperti Tuban dan Jepara merasakan getaran lebih ringan dengan intensitas II MMI. Masyarakat yang merasakan guncangan diminta tetap tenang dan memastikan keselamatan diri serta keluarga.

Potensi Tsunami dan Aftershock

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 01.35 WIB, monitoring BMKG belum menemukan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock yang signifikan.

Meskipun demikian, warga tetap diimbau untuk waspada dan siap menghadapi kemungkinan guncangan lanjutan. Kesiapsiagaan dini penting untuk mengurangi risiko cedera atau kerusakan akibat gempa susulan.

Imbauan Resmi dari BMKG

BMKG mengingatkan masyarakat tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan semua informasi gempa hanya diakses melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.

Mamuri menekankan pentingnya mengikuti arahan resmi untuk menghindari kepanikan dan kesalahan informasi. Langkah ini membantu masyarakat bertindak tepat saat menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.

Warga di sekitar Pacitan dan wilayah terdampak diharapkan tetap memantau kondisi bangunan dan lingkungan sekitar. Pastikan tidak ada benda atau struktur yang berisiko jatuh dan mengancam keselamatan.

Gempa bumi tektonik seperti ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Warga sebaiknya memiliki rencana darurat, termasuk jalur evakuasi dan tempat aman saat terjadi guncangan mendadak.

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk mengedukasi anggota keluarga tentang tindakan aman saat gempa. Kesadaran dini akan prosedur keselamatan dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kepanikan.

Dengan pemantauan intensif dari BMKG, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi akurat dan terkini. Hal ini juga memastikan bahwa langkah mitigasi dapat dilakukan tepat waktu, terutama bagi wilayah pesisir yang rawan bencana.

Terkini