JAKARTA - Kabupaten Aceh Singkil tidak hanya mengandalkan jalur laut sebagai sarana perhubungan antardaerah.
Keberadaan jalur udara melalui Bandara Syekh Hamzah Fanshuri membuka alternatif mobilitas yang lebih cepat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas wilayah dengan kota-kota besar sekitarnya.
Bandara Syekh Hamzah Fanshuri berlokasi di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara. Fasilitas ini dirancang untuk melayani penerbangan perintis yang menghubungkan Aceh Singkil dengan Medan. Kehadiran bandara tersebut memperluas pilihan transportasi masyarakat setempat.
Konektivitas udara dinilai penting untuk mempercepat arus orang dan aktivitas ekonomi. Jalur penerbangan memungkinkan perjalanan yang lebih efisien dibandingkan jalur laut dan darat. Dengan demikian, akses menuju pusat ekonomi regional menjadi semakin terbuka.
Upaya Peningkatan Akses Transportasi
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus mendorong peningkatan akses transportasi yang merata. Salah satu fokus utamanya adalah membuka jalur penerbangan reguler menuju Medan. Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Transportasi udara dianggap sebagai solusi untuk memangkas waktu tempuh. Perjalanan yang sebelumnya memerlukan waktu panjang kini dapat dilakukan dengan lebih singkat. Efisiensi ini memberi dampak langsung pada aktivitas harian warga.
Selain mempercepat perjalanan, jalur udara juga meningkatkan rasa aman dan kenyamanan. Masyarakat memiliki pilihan transportasi yang lebih beragam. Kondisi tersebut mendukung keterhubungan Aceh Singkil dengan wilayah lain.
Jadwal dan Rute Penerbangan
Rute penerbangan Singkil–Medan dilayani secara terjadwal setiap pekan. Keberangkatan dari Singkil menuju Medan dijadwalkan pada hari Kamis pukul 13.50 WIB. Sementara penerbangan dari Medan ke Singkil berlangsung pada hari yang sama pukul 12.50 WIB.
Farid Rasyid Kasad Bandara Syekh Hamzah Fanshuri mengatakan rute penerbangan Singkil- Medan dan sebaliknya untuk jadwal penerbangan Singkil - Medan yaitu pada hari kamis pukul 13.50 wib dengan harga tiket Rp 350.780 per orang.
Dan tujuan Medan Singkil juga tetap pada hari kamis pukul 12.50 wib dengan harga tiket Rp. 463.430. Pernyataan tersebut menjadi acuan resmi bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan.
Jadwal yang konsisten memberikan kepastian perjalanan bagi penumpang. Masyarakat dapat merencanakan aktivitas dengan lebih baik. Kepastian waktu menjadi nilai tambah bagi layanan penerbangan perintis ini.
Peran Maskapai Penerbangan Perintis
Penerbangan perintis pada rute Singkil–Medan dilayani oleh maskapai Susi Air. Maskapai ini menggunakan pesawat yang disesuaikan dengan karakteristik bandara. Layanan tersebut dirancang untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani penerbangan besar.
Kehadiran maskapai perintis memberikan solusi konektivitas bagi daerah terpencil. Rute ini memungkinkan masyarakat Singkil menjangkau Medan secara langsung. Hal tersebut meningkatkan keterhubungan sosial dan ekonomi antardaerah.
Selain itu, penerbangan perintis mendukung pemerataan pembangunan transportasi. Wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau kini memiliki akses udara. Kondisi ini memperkuat peran bandara sebagai simpul transportasi regional.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pembukaan jalur penerbangan Singkil–Medan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Akses udara memudahkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas. Aktivitas perdagangan dan jasa berpotensi mengalami peningkatan.
Di bidang pendidikan, mahasiswa dan pelajar memiliki akses perjalanan yang lebih praktis. Mobilitas menuju pusat pendidikan di Medan menjadi lebih mudah. Hal ini mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Sektor pariwisata juga diharapkan mendapat manfaat. Wisatawan dapat mencapai Aceh Singkil dengan waktu tempuh lebih singkat. Peningkatan kunjungan berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Harapan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berharap jalur penerbangan ini terus berkelanjutan. Konektivitas udara dinilai sebagai fondasi penting pembangunan wilayah. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan layanan ini.
Peningkatan frekuensi penerbangan juga menjadi harapan ke depan. Dengan permintaan yang terus tumbuh, layanan udara dapat dikembangkan lebih lanjut. Hal ini akan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, jalur penerbangan Singkil–Medan menjadi langkah strategis memperkuat keterhubungan wilayah. Akses transportasi yang lebih baik mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial. Aceh Singkil pun semakin terhubung dengan pusat aktivitas regional.