JAKARTA - Manchester City memastikan langkah mantap menuju final Piala Liga Inggris musim 2025–2026.
Kemenangan meyakinkan atas Newcastle United pada leg kedua semifinal menjadi penegasan dominasi The Citizens. Hasil ini membawa City unggul agregat telak dan semakin percaya diri menatap partai puncak.
Keberhasilan tersebut tak lepas dari performa solid sepanjang pertandingan. City tampil agresif sejak awal laga dan langsung menguasai jalannya permainan. Newcastle kesulitan keluar dari tekanan yang terus dilancarkan tuan rumah.
Dengan hasil ini, Manchester City menjaga peluang meraih trofi pertama musim ini. Final Piala Liga menjadi panggung penting bagi skuad asuhan Pep Guardiola. Lawan yang akan dihadapi pun bukan sembarang tim, melainkan Arsenal yang juga tampil konsisten.
Dominasi City Sejak Menit Awal Laga
Sejak peluit awal dibunyikan, Manchester City langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tinggi membuat Newcastle kesulitan mengembangkan permainan. Gol pembuka pun lahir cepat dari kaki Omar Marmoush.
Marmoush memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti dengan penyelesaian akurat. Keunggulan awal membuat City semakin leluasa mengontrol tempo. Aliran bola rapi menjadi senjata utama dalam membongkar pertahanan lawan.
Tak berhenti di satu gol, City terus menekan lini belakang Newcastle. Peluang demi peluang tercipta melalui kombinasi lini tengah. Newcastle tampak lebih banyak bertahan untuk meredam gempuran tuan rumah.
Keunggulan Melebar di Babak Pertama
Manchester City menggandakan keunggulan sebelum setengah jam pertandingan berjalan. Marmoush kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat penyelesaian klinis. Gol tersebut semakin menjatuhkan mental tim tamu.
Selang beberapa menit, City kembali menambah keunggulan menjadi tiga gol. Tijjani Reijnders sukses memanfaatkan serangan balik cepat dengan penyelesaian dingin. Skor telak ini menegaskan dominasi City di babak pertama.
Newcastle mencoba bertahan dan memperkecil kerugian. Namun tekanan City membuat upaya tersebut tidak berjalan efektif. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan mutlak bagi tuan rumah.
Respons Newcastle dan Kendali City
Memasuki babak kedua, Newcastle melakukan sejumlah perubahan pemain. Pergantian ini bertujuan menambah daya gedor lini depan. Upaya tersebut sempat membuahkan hasil melalui gol balasan Anthony Elanga.
Gol Newcastle memberi sedikit harapan untuk mengejar ketertinggalan. Mereka mulai berani menekan dan mencoba menguasai bola. Namun City dengan cepat merespons perubahan situasi.
Masuknya beberapa pemain berpengalaman membuat City kembali stabil. Penguasaan bola kembali didominasi oleh tuan rumah. Newcastle pun kembali kesulitan menembus pertahanan City.
Langkah Mantap Menuju Final Wembley
Hingga laga berakhir, Manchester City tetap menjaga keunggulan dengan disiplin. Newcastle sesekali mencoba menekan namun tidak membahayakan secara signifikan. Skor akhir memastikan kemenangan City dan keunggulan agregat mutlak.
Hasil ini membawa Manchester City ke final Piala Liga Inggris. Di partai puncak, mereka akan menghadapi Arsenal yang sebelumnya menyingkirkan Chelsea. Pertemuan ini diprediksi berlangsung sengit dan sarat gengsi.
Bagi City, final ini menjadi peluang besar menambah koleksi trofi. Konsistensi permainan sepanjang turnamen menjadi modal utama. Dengan kepercayaan diri tinggi, The Citizens siap menantang Arsenal di Wembley.