Pengawasan Ombudsman Diperkuat Lewat Partisipasi Petani

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:56 WIB
Pengawasan Ombudsman Diperkuat Lewat Partisipasi Petani

JAKARTA - Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik sektor pertanian terus diperkuat melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. 

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menjalin dialog bersama Kelompok Tani Ngudi Makmur di Padukuhan Samiran, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul. Pertemuan ini menjadi sarana mendekatkan lembaga negara dengan petani sebagai penerima layanan publik.

Kegiatan tersebut membuka ruang komunikasi dua arah antara petani dan pengawas pelayanan publik. Petani dapat menyampaikan pengalaman langsung terkait layanan yang mereka terima dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Di sisi lain, Ombudsman memperoleh gambaran nyata kondisi pelayanan di tingkat akar rumput.

Melalui dialog ini, penguatan pengawasan pelayanan publik tidak hanya dilakukan secara administratif. Kehadiran langsung di lapangan menegaskan komitmen negara dalam memastikan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dalam mencegah potensi maladministrasi.

Peran Strategis Kelompok Tani dalam Layanan Publik

Pertemuan dipimpin Kepala Perwakilan Ombudsman RI DIY, Muflihul Hadi, yang menekankan pentingnya pemahaman petani terhadap peran dan kewenangan Ombudsman. 

Ia menyampaikan bahwa kelompok tani merupakan pihak strategis yang berinteraksi langsung dengan berbagai layanan pemerintah. Oleh karena itu, pemahaman terhadap mekanisme pengawasan menjadi hal yang krusial.

“Kegiatan rembug pelayanan publik bersama kelompok petani atau nelayan ini tidak hanya untuk mengenalkan eksistensi Ombudsman, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan seluruh pelayanan pemerintah dan instansi penyelenggara pelayanan publik sampai kepada lapisan masyarakat paling bawah atau akar rumput,” ungkap Muflihul Hadi. 

Kelompok tani dipandang sebagai mitra penting dalam menciptakan pelayanan yang responsif. Melalui forum ini, petani didorong untuk aktif menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dihadapi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sektor pertanian secara berkelanjutan.

Inovasi Petani Dorong Keselamatan dan Produktivitas

Dalam forum tersebut terungkap bahwa Kelompok Tani Ngudi Makmur Samiran dikenal aktif mengembangkan inovasi pertanian. Salah satu terobosan yang diterapkan adalah Lampu Lalu Lintas Cerdas berbasis sensor cuaca. Sistem ini berfungsi sebagai peringatan otomatis saat hujan atau jarak pandang terbatas di jalur aktivitas pertanian dan akses masyarakat.

Inovasi Lampu Lalu Lintas Cerdas dirancang untuk meningkatkan keselamatan petani dan pengguna jalan. Teknologi ini membantu mengurangi risiko kecelakaan pada kondisi cuaca buruk. Selain itu, sistem tersebut turut mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian.

Berbagai gagasan kreatif yang dikembangkan menjadikan kelompok tani ini sebagai rujukan di wilayah sekitarnya. Inovasi yang lahir dari kebutuhan lokal menunjukkan kapasitas petani dalam beradaptasi. Hal ini memperlihatkan bahwa pelayanan publik yang baik dapat mendorong munculnya kreativitas masyarakat.

Tantangan Pelayanan Pupuk Masih Dirasakan Petani

Meski dikenal inovatif, petani masih menghadapi berbagai tantangan dalam pelayanan publik sektor pertanian. Perwakilan petani Mujito menyampaikan bahwa ketersediaan dan distribusi pupuk belum sepenuhnya berjalan optimal. Kondisi ini menjadi kendala dalam menjaga produktivitas pertanian.

Persoalan pupuk menjadi isu utama yang dirasakan langsung oleh petani di lapangan. Distribusi yang belum merata berdampak pada proses tanam dan hasil panen. Hal tersebut menunjukkan masih perlunya perbaikan dalam tata kelola layanan pertanian.

Melalui forum ini, petani menyampaikan harapan agar pelayanan dapat lebih tepat sasaran. Aspirasi yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bagi lembaga pengawas. Dialog terbuka ini menjadi langkah awal dalam perbaikan pelayanan yang lebih responsif.

Sinergi Lintas Instansi Tingkatkan Kualitas Layanan

Ombudsman RI DIY mendorong kelompok tani untuk memahami hak sebagai penerima layanan publik. Petani juga diingatkan untuk memanfaatkan mekanisme pengaduan apabila menemukan dugaan maladministrasi. Langkah ini bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan layanan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, perangkat Kalurahan Parangtritis, Ketua Koperasi Merah Putih Kalurahan Parangtritis, Gapoktan Paris Makmur, serta Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Kretek.

Kehadiran berbagai pihak mencerminkan sinergi lintas instansi dalam peningkatan kualitas pelayanan. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi perbaikan layanan sektor pertanian.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Warga memanfaatkan forum untuk menyampaikan aduan, termasuk terkait lokasi kios pupuk subsidi yang dinilai sulit dijangkau. 

Ombudsman RI DIY menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat agar pelayanan publik sektor pertanian benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.

Terkini