BRI Insurance Perkuat Tata Kelola Demi Keberlanjutan Bisnis

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:44:55 WIB
BRI Insurance Perkuat Tata Kelola Demi Keberlanjutan Bisnis

JAKARTA - Industri keuangan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya dinamika ekonomi dan regulasi. 

Dalam situasi tersebut, penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi elemen penting untuk menjaga stabilitas perusahaan. PT BRI Asuransi Indonesia atau BRI Insurance menjadikan aspek ini sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pengelolaan risiko yang terintegrasi. Langkah tersebut diambil agar operasional perusahaan tetap berjalan sehat dan terpercaya. Upaya ini juga ditujukan untuk menjaga daya saing di tengah perubahan industri keuangan.

Pendekatan kehati-hatian dipandang sebagai kunci dalam membangun kepercayaan jangka panjang. Tata kelola yang kuat memungkinkan perusahaan merespons risiko secara lebih terukur. Dengan demikian, keberlanjutan bisnis dapat terus terjaga secara konsisten.

Kepercayaan Nasabah Sebagai Prioritas Utama

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRI Insurance, Heri Supriyadi, menekankan pentingnya tata kelola dalam menjaga kepercayaan nasabah. Menurutnya, kepercayaan hanya dapat dipertahankan melalui integritas dan prinsip kehati-hatian yang dijalankan secara konsisten. “Kami percaya bahwa kepercayaan nasabah hanya dapat dijaga melalui prinsip kehati-hatian dan integritas yang konsisten,” ujar Heri.

Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut diterapkan dalam seluruh fungsi governance, risk, dan compliance. Penguatan di area ini menjadi landasan dalam menjalankan operasional perusahaan secara bertanggung jawab. Pendekatan tersebut juga memastikan perusahaan tetap patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

Selain itu, penguatan tata kelola diarahkan untuk mendukung pengembangan layanan yang lebih inklusif. Manajemen risiko yang terintegrasi membantu perusahaan menghadirkan produk yang berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BRI Insurance.

Pengakuan atas Praktik Governance dan Risiko

Komitmen terhadap tata kelola tercermin dalam penilaian yang diterima BRI Insurance pada ajang IGRC Awards 2026. Ajang tersebut menilai praktik tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta inovasi perusahaan. BRI Insurance memperoleh sejumlah nominasi dalam penghargaan tersebut.

Beberapa nominasi yang diraih meliputi The Most Trusted Financial Company in ERM, Governance, dan GRC. Selain nominasi, perusahaan juga menerima piala kategori The Most Trusted Financial Company in ERM. Penghargaan ini mencerminkan kepercayaan terhadap sistem pengelolaan perusahaan.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa apresiasi tersebut menjadi bukti kepercayaan publik. Pengakuan ini dinilai sebagai hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat tata kelola. Hal tersebut juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja.

Transformasi dan Kinerja Keuangan Perusahaan

Budi Legowo menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Transformasi dan inovasi terus dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan perlindungan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi penguatan bisnis perusahaan.

Dari sisi kinerja keuangan, BRI Insurance mencatat laba bersih sebesar Rp467 miliar pada kuartal III 2025. Profit margin tercatat sebesar 15 persen dengan hasil underwriting mencapai 31,23 persen. Sementara itu, premi bruto tercatat sebesar Rp3,12 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan fundamental keuangan yang tetap terjaga. Manajemen risiko berperan penting dalam menjaga kualitas portofolio bisnis. Pendekatan prudent menjadi penopang utama stabilitas perusahaan.

Optimisme Menatap Akhir Tahun

Meski kinerja hingga September masih sedikit di bawah rencana kerja dan anggaran, prospek hingga akhir tahun tetap optimistis. Dampak penerapan PSAK 117 memang menekan pencatatan laba. Namun, hal tersebut tidak mengurangi keyakinan perusahaan terhadap potensi pertumbuhan.

BRI Insurance menargetkan premi bruto di atas Rp4,5 triliun pada akhir 2025. Target tersebut didukung oleh fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan. Perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi dan manajemen risiko.

Dengan tata kelola yang kuat, perusahaan optimistis mampu menghadapi tantangan industri. Penguatan sistem risiko dan kepatuhan menjadi bekal utama menuju pertumbuhan jangka panjang. Keberlanjutan bisnis pun diharapkan terus terjaga secara konsisten.

Terkini