Menyusuri Wisata Kuliner Pacitan: Dari Soto Autentik Hingga Camilan Manis yang Menggoda

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:37:24 WIB
Menyusuri Wisata Kuliner Pacitan: Dari Soto Autentik Hingga Camilan Manis yang Menggoda

JAKARTA - Pacitan tidak hanya terkenal dengan pemandangan alamnya yang memukau, tetapi juga memiliki kuliner khas yang menggoda selera. Makanan tradisional di kota kecil ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Wisata kuliner di Pacitan menghadirkan berbagai sajian mulai dari soto, nasi tiwul, hingga olahan ikan tuna. Rasanya yang autentik membuat banyak orang rela datang jauh-jauh untuk mencicipi setiap menu.

Sajian Tradisional yang Menggugah Selera

Soto Pacitan menjadi salah satu kuliner yang paling dicari di daerah ini. Kuahnya bening dengan rempah kuat, diisi suwiran daging ayam kampung dan tauge, menjadikan rasa soto ini kaya dan lezat.

Beberapa warung terkenal menyajikan Soto Pacitan, salah satunya Warung Marem di Jalan Raya Kebonagung KM 6. Harganya cukup terjangkau, sekitar Rp15.000 per porsi, belum termasuk minuman.

Nasi tiwul menjadi makanan khas pengganti nasi bagi penduduk lokal. Terbuat dari gaplek atau singkong kering, tiwul disajikan dengan lauk pauk seperti ikan, tahu, udang, atau sayur.

Beberapa tempat populer untuk menikmati tiwul antara lain Rumah Makan Nasi Tiwul Bu Jarno di Jalan Teleng, Sidoharjo. Harga per porsi berkisar Rp10.000–Rp20.000 tergantung lauk yang dipilih.

Tahu ikan tuna merupakan salah satu olahan laut khas Pacitan. Teksturnya empuk dan lezat, cocok disantap hangat, serta tersedia dalam bentuk frozen untuk oleh-oleh.

Warung Tahu Tuna Sabrina menjual satu kemasan 10 pcs mulai dari Rp11.000. Sajian ini memadukan rasa gurih ikan tuna dengan tahu yang lembut.

Punten menjadi sarapan tradisional yang unik di Pacitan. Berbahan dasar beras yang dimasak dengan santan, daun salam, dan garam, nasi ini dipukul hingga lengket sebelum dicetak dan dipotong.

Punten bisa ditemukan di Pasar Minulyo Pacitan, dijual dengan harga Rp2.500 untuk bungkusan kecil dan Rp5.000 untuk bungkusan besar. Makanan ini bisa disantap langsung atau disajikan dengan bumbu pecel.

Sego godhong jati awalnya hanya hadir di acara hajatan besar. Kini, kuliner ini mudah ditemukan, berisi nasi urap, tumis tempe, serundeng, ikan asin, dan peyek yang dibungkus daun jati.

Bungkus daun jati memberikan aroma khas yang berbeda. Salah satu tempat yang terkenal menjualnya adalah Warung Godhong Jati Bu Maryani, dengan harga Rp5.000–Rp10.000 per porsi.

Camilan dan Olahan Manis yang Digemari Wisatawan

Sale anggur menjadi camilan unik dari Pacitan, berbentuk bulat menyerupai buah anggur. Terbuat dari pisang awak tipis yang dijemur di bawah matahari, camilan ini manis dan legit.

Meski tanpa bahan pengawet, sale anggur bisa bertahan hingga lima bulan. Harganya sekitar Rp5.000 per bungkus di pusat oleh-oleh.

Jadah bakar terbuat dari ketan, parutan kelapa, dan gula merah, dibungkus daun pisang lalu dipanggang. Teksturnya kenyal dan aroma gurihnya pas untuk menemani kopi atau teh hangat.

Satu porsi jadah bakar biasanya dijual Rp10.000. Warung terkenal seperti Jadah Bakar Mbah Geger menyediakan camilan ini dengan rasa otentik Pacitan.

Cenil adalah jajanan kenyal dari pati ketela pohon, disajikan dengan parutan kelapa dan gula jawa cair. Cenil bisa ditemukan di Pasar Arjowinangun Pacitan setiap pagi, dengan harga mulai Rp5.000 per porsi.

Otak-otak tuna khas Pacitan biasanya dijual dalam bentuk frozen food. Harganya Rp10.000 per bungkus di pusat oleh-oleh Putra Samudra, dengan tekstur empuk dan rasa gurih rempah khas laut.

Sego gobyos menjadi hidangan pedas yang populer di kalangan wisatawan. Nasi ini dicampur sayur kenikir dan lauk seperti daging, babat, atau usus, disiram kuah sambal yang pedas menggigit.

Para wisatawan biasanya berburu sego gobyos di kawasan Penceng pada malam hari. Salah satu tempat terkenal adalah Warung Sederhana Sego Gobyos di Jalan Ahmad Yani, dengan harga Rp5.000–Rp18.000 per porsi.

Kupat tahu menjadi kuliner favorit Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Potongan lontong dan tahu disajikan dengan kacang goreng, seledri, tauge, serta kuah berbumbu yang gurih.

Olahan Laut dan Hidangan Pendamping yang Tidak Boleh Dilewatkan

Selain tahu tuna, Pacitan juga terkenal dengan otak-otak tuna. Hidangan ini biasanya dijual sebagai frozen food, empuk, dan gurih, bisa menjadi camilan atau teman makan nasi hangat.

Buko pandan menjadi hidangan penutup favorit untuk wisatawan. Kelapa muda, kental manis, krimer, agar pandan, dan mutiara sagu disajikan dengan rasa creamy dan manis, sempurna untuk buka puasa atau cemilan sore.

Segala kuliner Pacitan menawarkan cita rasa autentik dan harga yang ramah di kantong. Wisata kuliner ini menjadi pengalaman lengkap bagi siapa saja yang berkunjung, dari camilan manis hingga hidangan pedas.

Terkini

Infrastruktur Dasar Tetap Jadi Prioritas Pembangunan Kaltara

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:45:38 WIB

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:45:38 WIB

Optimalisasi Kereta Api Dorong Efisiensi Logistik Sumatera

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:45:38 WIB