Danantara Dorong Transparansi Pasar Modal Demi Kepercayaan Investor Global

Senin, 02 Februari 2026 | 14:59:24 WIB
Danantara Dorong Transparansi Pasar Modal Demi Kepercayaan Investor Global

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap reformasi integritas di pasar modal. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menilai kepercayaan investor menjadi kunci utama bagi masuknya investasi langsung ke Indonesia.

Rosan menyebut pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Oleh karena itu, pembentukan harga saham harus sepenuhnya mencerminkan mekanisme pasar yang wajar.

Intervensi pihak tertentu terhadap harga saham berpotensi merusak kredibilitas pasar. "Selama harga saham itu murni dari pembentukan harga pasar, berapa pun nilainya itu tidak akan menjadi masalah," ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Minggu, 1 Februari 2026.

Investor, baik domestik maupun global, menilai valuasi perusahaan secara objektif. Dengan harga saham yang terbentuk secara wajar, risiko manipulasi dan praktik perdagangan terkoordinasi dapat diminimalisir.

Sorotan MSCI dan Tantangan Transparansi

Sebelumnya, MSCI mengumumkan pembekuan sementara terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu sorotannya adalah data kepemilikan saham dari KSEI/IDX yang dianggap belum cukup transparan.

Banyak emiten memiliki struktur kepemilikan buram. Konsentrasi pemegang saham terlalu tinggi pada sejumlah saham, sehingga menimbulkan kekhawatiran praktik perdagangan terkoordinasi.

Rosan melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pasar. "Perkembangan beberapa hari terakhir ini menjadi momentum sangat baik untuk kita meningkatkan kualitas pasar modal," ujarnya.

IHSG Melemah dan Volatilitas Tinggi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 6,94% dalam sepekan pada periode 26–30 Januari 2026, berada di level 8.329,60. Kapitalisasi pasar bursa turun Rp1.198 triliun menjadi Rp15.046 triliun dalam sepekan.

Volatilitas IHSG terlihat sangat tinggi sepanjang pekan ini. Bahkan, Bursa Efek Indonesia dua kali memberlakukan trading halt untuk menahan penurunan ekstrem.

Trading halt pertama terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026 pukul 13.43–14.13 WIB setelah IHSG jatuh 8%. Trading halt kedua diberlakukan Kamis, 29 Januari 2026 pukul 09.26, saat IHSG kembali turun 8% selama 30 menit.

Penurunan kapitalisasi pasar mencapai 7,37% dalam sepekan. Ini menunjukkan dampak signifikan sentimen MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Pentingnya Reformasi Integritas dan Kepercayaan Investor

Rosan menegaskan bahwa reformasi integritas menjadi fondasi utama untuk menarik investor global. Dengan pembentukan harga saham yang transparan, pasar modal akan lebih dipercaya oleh investor internasional.

Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dapat menekan praktik manipulasi saham. Hal ini juga mendorong likuiditas pasar yang lebih sehat dan stabil.

Danantara memandang perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat integritas pasar. Investor, regulator, dan pelaku pasar harus bekerja sama menjaga harga saham tetap wajar.

Reformasi integritas menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia. Kepercayaan investor akan berdampak langsung pada masuknya modal baru dari dalam maupun luar negeri.

Dengan langkah ini, Danantara berharap Indonesia menjadi pasar modal yang kompetitif dan menarik secara global. Harga saham yang terbentuk melalui mekanisme pasar murni akan meningkatkan kepercayaan dan stabilitas ekonomi.

Terkini